TRENGGALEK lintasjatimnews – Koramil 0806-07/Watulimo bersama Tiga Pilar Kecamatan Watulimo menggelar pembekalan teknis pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di aula pertemuan Gapoktanhut Rimba Madu Sejahtera, Desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI melalui Koramil 0806-07/Watulimo, Polri melalui Polsek Watulimo, serta pemerintah kecamatan sebagai unsur Tiga Pilar. Ketiganya bersinergi bersama instansi terkait dan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) untuk memperkuat pencegahan karhutla melalui edukasi, deteksi dini, dan koordinasi di tingkat masyarakat.
Babinsa Tasikmadu Serma Siswanto mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran sejak dini. Pembekalan tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengenali potensi kebakaran, melakukan langkah pencegahan, serta melaporkan kejadian kepada petugas.
“Pencegahan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak. Masyarakat harus mampu mengenali potensi kebakaran dan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” kata Siswanto.
Ia menjelaskan, pembentukan MPA diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk membantu pemantauan lingkungan dan menyampaikan informasi mengenai potensi kebakaran. Dalam pelaksanaannya, masyarakat perlu berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah setempat, dan petugas terkait dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Menurut Siswanto, sinergi Tiga Pilar menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi pencegahan karhutla di wilayah Watulimo. Koramil berperan dalam pembinaan teritorial, Polsek mendukung pemeliharaan keamanan dan penanganan sesuai kewenangannya, sedangkan pemerintah kecamatan mengoordinasikan dukungan pemerintahan dan masyarakat bersama instansi terkait.
Melalui pembekalan teknis dan pembentukan MPA tersebut, Koramil 0806-07/Watulimo, Polsek Watulimo, dan Pemerintah Kecamatan Watulimo berharap masyarakat semakin aktif menjaga kawasan hutan dan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat deteksi dini, mempercepat pelaporan, dan mendukung upaya pencegahan serta pengendalian karhutla di Kabupaten Trenggalek.
(Feri)









