Guru SMAN 1 Kota Malang Terpilih sebagai Penerima RELO Sponsorship Awardees 2026

Listen to this article

JAKARTA lintasjatimnews – Presentasikan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis AI (Artificial Intelligence) di ajang The 72nd TEFLIN International Conference, Guru SMA Negeri 1 Kota Malang Terpilih sebagai penerima RELO (Regional English Language Office) Sponsorship Awardees 2026

Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Jakarta, Sabtu hingga Senin (10-12/10/2026), prestasi membanggakan ditorehkan oleh guru SMA Negeri 1 Kota Malang, Dwi Kartika Setyowati, S.S., S.Pd., M.Pd., Gr., terpilih sebagai penerima RELO Sponsorship Awardees 2026 dari U.S. Embassy untuk berpartisipasi dalam forum akademik internasional bergengsi di bidang pengajaran Bahasa Inggris.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Kartika Setyowati berpartisipasi sebagai presenter kegiatan yang diselenggarakan bersama The 10th ICEMS (International Conference on Education in Muslim Societies) dan The 2nd TESOL Research Colloquium. Kegiatan ini berlangsung di Syahida Inn Convention Center dan Gedung Sekolah Pascasarjana (SPS), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Konferensi mengusung tema “Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future”, yang menyoroti pentingnya transformasi pendidikan bahasa melalui inovasi, inklusivitas, dan kolaborasi untuk mewujudkan pembelajaran yang berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika global.

Mengangkat Literasi Kritis dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, Pada hari pertama konferensi, Dwi Kartika Setyowati mempresentasikan gagasan bertajuk “Beyond AI-Generated Answers: Fostering Critical Literacy and Data-Informed Writing in the EFL Classroom” dalam Parallel Session 1.

Presentasi tersebut mengangkat tantangan sekaligus peluang pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau English as a Foreign Language (EFL). Di tengah semakin mudahnya peserta didik memperoleh jawaban melalui teknologi AI.

“Pembelajaran perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan menghasilkan teks, tetapi juga pada pengembangan literasi kritis, kemampuan memverifikasi informasi, mengevaluasi kredibilitas sumber, dan menggunakan data sebagai dasar dalam menulis,” jelasnya.

Melalui pendekatan ini, AI ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir peserta didik. Penggunaan teknologi perlu disertai tanggung jawab akademik, refleksi, dan keterlibatan aktif siswa agar proses belajar tetap bermakna.

“Gagasan tersebut berangkat dari praktik pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XII SMAN 1 Kota Malang, khususnya pada materi News Item melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL),” pungkas wanita yang pernah menjabat jelas pengurus Wilayah IGI Jawa Timur Periode 2021-2026 bidang Hubungan Internasional.

Dalam kegiatan pembelajaran ini, murid tidak hanya mempelajari struktur dan unsur kebahasaan teks berita, tetapi juga mengembangkan keterampilan jurnalistik sederhana melalui kegiatan observasi, penyusunan kerangka berita, wawancara, pengolahan informasi, serta publikasi karya berita pada blog siswa.

Proses tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk menghubungkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan situasi nyata. Mereka belajar mengumpulkan dan memeriksa informasi, membedakan fakta dan opini, menyusun berita berdasarkan data dengan memanfaatkan AI secara kritis dan etis dalam proses penulisan dan penyuntingan.

Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris tidak berhenti pada penguasaan tata bahasa dan kosakata, tetapi turut memperkuat literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Peserta didik juga memperoleh pengalaman menjadi produsen informasi yang bertanggung jawab, bukan sekadar konsumen konten digital.

Forum Internasional merupakan sarana untuk berbagi gagasan dan praktik baik, The 72nd TEFLIN International Conference menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan bahasa dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian, pengalaman, serta inovasi pembelajaran.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional, antara lain; Menteri Agama Republik, Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta pakar pendidikan bahasa dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional.

Jajaran pembicara lainnya mencakup para akademisi dari Indonesia, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat, termasuk Dr. Kevin McCaughey, Director RELO U.S. Embassy Jakarta, serta Prof. Peter I. De Costa dari Michigan State University.

Kehadiran para pembicara dan peserta dari berbagai negara memperkaya pertukaran gagasan mengenai masa depan pendidikan bahasa dalam menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat yang beragam, dan tuntutan kompetensi global.

Partisipasi sebagai presenter dalam forum ini menjadi kesempatan berharga untuk membagikan praktik pembelajaran yang dikembangkan di sekolah menengah Indonesia sekaligus memperoleh perspektif baru dari komunitas akademik internasional.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat refleksi profesional dan mendorong pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Menguatkan Komitmen SMAN 1 Kota Malang terhadap Inovasi Pendidikan

Keikutsertaan Dwi Kartika Setyowati dalam konferensi internasional ini merupakan capaian yang membanggakan bagi keluarga besar SMAN 1 Kota Malang. Lebih dari sekadar prestasi individual, partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, serta membawa praktik baik pembelajaran ke ruang diskusi akademik yang lebih luas.

Pengalaman mengikuti konferensi diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan memberikan kesempatan belajar yang inklusif bagi siswa dengan kebutuhan serta kemampuan yang beragam.

Di era kecerdasan buatan, tantangan pendidikan bukan hanya memastikan peserta didik mampu menggunakan teknologi, melainkan juga membimbing mereka agar mampu berpikir mandiri, menilai informasi secara kritis, berkomunikasi secara efektif, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, SMAN 1 Kota Malang terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi pendidik dan menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dari Malang untuk dunia, dari ruang kelas menuju panggung internasional. Prestasi ini menjadi pengingat bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari praktiku pembelajaran sehari-hari ketika guru terus belajar, berefleksi, dan berbagi untuk masa depan generasi Indonesia.

Reporter: Efendy