TNI dan Warga Bergotong Royong, Dua Jembatan Garuda Hadirkan Harapan Baru di Plumpungrejo

Listen to this article

MADIUN lintasjatimnews – Upaya memperlancar akses dan mobilitas masyarakat terus dilakukan melalui pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di wilayah Kodim 0803/Madiun. Kali ini, dua jembatan beton dibangun di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, yakni di Sungai Grenjeng, Dusun Plumpung Kidul, dan Sungai Mbah Dereh, Dusun Plumpung Lor.

Pembangunan yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat tersebut mulai dilaksanakan pada 24 September 2026. Kedua jembatan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Desa Plumpungrejo.

Di lokasi Sungai Grenjeng, jembatan beton direncanakan memiliki panjang 6 meter dan lebar 2 meter, dengan kemampuan menahan beban hingga 2,5 ton. Hingga laporan pelaksanaan pada Sabtu (10/10/2026), progres pembangunan mencapai 28 persen. Pekerjaan meliputi pembersihan lokasi yang telah rampung 100 persen, pengiriman material 40 persen, pembesian 20 persen, dan pengecoran 15 persen.

Sementara itu, Jembatan Beton Sungai Mbah Dereh di Dusun Plumpung Lor direncanakan memiliki panjang 10 meter dan lebar 8 meter, dengan kapasitas beban hingga 2,5 ton. Progres pembangunannya telah mencapai 30 persen, meliputi pembersihan lokasi yang selesai 100 persen, pengiriman material 40 persen, pembesian 20 persen, dan pengecoran 15 persen.

Komandan Kodim (Dandim) 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhi Saputra mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses dan aktivitas sehari-hari warga.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi bagian penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui pembangunan Jembatan Garuda ini, kami berharap akses masyarakat semakin mudah dan aman sehingga dapat menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sosial dan perekonomian warga. Kami juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang bersama-sama bergotong royong dalam proses pembangunan ini,” ungkap Dandim.

Pelaksanaan pembangunan di kedua lokasi melibatkan masing-masing 10 personel TNI, satu orang konsultan, serta 10 warga. Dengan kondisi cuaca cerah saat pekerjaan berlangsung, pembangunan terus dilaksanakan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Kehadiran kedua jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Plumpungrejo. Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, pembangunan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.

Melalui sinergi tersebut, Kodim 0803/Madiun berkomitmen mendukung pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

(Andik)