DEPOK lintasjatimnews – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menggelar Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) SMA/SMK/MA Muhammadiyah Unggul. Kegiatan nasional berprestisius ini berlangsung di BBPPMPV Bispar, Depok, Jawa Barat, selama tiga hari, Senin–Rabu (28–30/9/2026).
Mengusung tema “Merawat Keunggulan dan Daya Saing Global”, forum ini menjadi ajang strategis konsolidasi dan sinergi antar-satuan pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia dalam merespons tantangan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia H. Astajab, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri sebanyak 520 peserta dari berbagai penjuru tanah air. Peserta terdiri dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik dari SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah berstatus Unggul Utama, Madya, maupun Pratama. Selain itu, hadir pula Ketua dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) serta Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Astajab berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian agenda Rakornas ini secara maksimal hingga tuntas guna menyerap informasi dan inspirasi serta gagasan program unggulan yang dapat diimplementasikan di lembaga masing-masing.
“Berangkat untuk bertemu, bertemu untuk bersinergi, bersinergi untuk bergerak, bergerak untuk memajukan sekolah dan madrasah yang kita cintai,” tegas Astajab dalam pesannya saat pembukaan acara.
Usai sesi pembukaan, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi strategis terkait arah kebijakan sekolah/madrasah unggul Muhammadiyah serta penguatan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus merawat keunggulan serta memperkuat daya saing global para murid. Berdasarkan data terbaru, populasi murid di sekolah/madrasah Muhammadiyah menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 5,1%, yang diproyeksikan mencapai 1.125.083 murid pada tahun ajaran 2026/2027.
Meski demikian, Didik mengungkapkan bahwa dari total 6.024 sekolah/madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia, baru sekitar 460 sekolah (8%) yang tergolong unggul nasional—terdiri dari 60 sekolah Utama, 252 Madya, dan 148 Pratama. Oleh karena itu, percepatan akselerasi mutu sekolah menjadi kebutuhan yang mendesak.
Dalam forum tersebut, dipaparkan pula konsep Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai solusi atas rendahnya mutu pendidikan dan ketimpangan antarwilayah. Konsep ini bertumpu pada dua pilar:
- Sistem Penjaminan Lulusan Berkualitas: Menjamin capaian belajar murid agar sesuai dengan standar nasional dan global.
- Rujukan dan Katalisator: Menjadi percontohan pengelolaan sekolah efisien serta pusat peningkatan kompetensi berkelanjutan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Guna menunjang capaian tersebut, Muhammadiyah mendorong Transformasi Infrastruktur komprehensif, seperti fasilitas Smart Classroom & Green School, World-Class Laboratories, Future Library, Creative Arts Studio, Teachers’ Innovation Hub, hingga International Sport Center. Diluncurkan pula Buku Teks MIPAS & IPAS Bilingual Terintegrasi (Bahasa Indonesia–Inggris) untuk memperkuat literasi sains, matematika, dan pemikiran kritis murid.
Melalui Forkomnas ini, para pengelola pendidikan Muhammadiyah se-Indonesia diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, merumuskan penjaminan mutu, serta mengakselerasi pencapaian prestasi peserta didik di kancah internasional.
Kontributor: M. Said









