DEPOK LintasJatimNews – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus menegaskan komitmennya dalam mentransformasi kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, melalui pemaparan bertajuk “Arah Kebijakan Sekolah/Madrasah Unggul Muhammadiyah: Merawat Keunggulan, Memperkuat Daya Saing Global”.
Dalam paparannya, Didik Suhardi menyampaikan capaian positif terkait perkembangan data murid di lingkungan sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Jumlah peserta didik tercatat mengalami tren kenaikan secara konsisten. Pada tahun ajaran 2022/2023, jumlah murid sebanyak 1.050.025 jiwa, kemudian meningkat menjadi 1.055.768 pada 2024/2025, dan diproyeksikan mencapai 1.125.083 murid pada tahun ajaran 2026/2027 (sementara). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 5,1 persen.
Meskipun kuantitas murid terus tumbuh, tantangan dalam meningkatkan pemerataan mutu sekolah tetap menjadi fokus utama. Dari total 6.024 sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia, saat ini baru ada sekitar 460 sekolah (atau sekitar 8 persen) yang masuk dalam kategori unggulan nasional. Rincian kategori tersebut meliputi 60 sekolah jenjang Utama, 252 sekolah jenjang Madya, serta 148 sekolah jenjang Pratama yang mencakup tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK.
”Kondisi ini menegaskan perlunya percepatan dan akselerasi jumlah sekolah unggulan agar mutu pendidikan Muhammadiyah merata di seluruh daerah,” tegas Didik.
Dari sisi capaian prestasi, sekolah dan madrasah Muhammadiyah telah menorehkan kebanggaan yang membanggakan. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 28.204 murid berhasil meraih prestasi di berbagai ajang perlombaan. Rincian prestasi tersebut mencakup 9.720 murid di tingkat Kabupaten/Kota, 5,562 murid di tingkat Provinsi, 8.841 murid di tingkat Nasional, serta 4.081 murid yang sukses mengukir prestasi di tingkat Internasional. Komposisi murid berprestasi ini berasal dari sekolah sebesar 77 persen dan madrasah sebesar 23 persen.
Sebagai langkah konkret mendorong daya saing global dan literasi generasi muda, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah meluncurkan inovasi Buku Teks MIPAS & IPAS Bilingual Terintegrasi. Buku ini dikembangkan untuk memfasilitasi penguasaan materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Pengembangan buku teks bilingual terintegrasi ini memiliki empat tujuan utama:
- Meningkatkan Kemampuan Global: Membantu murid memahami konsep MIPA secara komprehensif sehingga siap menghadapi tantangan pendidikan maupun karier internasional.
- Memperkuat Literasi Sains dan Matematika: Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, penalaran, serta komunikasi antarkonsep.
- Menyesuaikan Kebutuhan Zaman: Mengintegrasikan materi pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
- Mendukung Pembelajaran Berbasis Inovasi: Mendorong mutu sekolah/madrasah Muhammadiyah melalui bahan ajar yang modern dan adaptif.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak generasi Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara akademis dan berkarakter, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di kancah global.
Kontributor: M. Said









