Empat Dasawarsa Ponpes Al-Islah, Bupati Lamongan Tekankan Peran Pesantren Cetak Generasi Berkarakter

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews — Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau Bupati Yes menghadiri Tasyakuran dan Silaturahmi 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Islah Lamongan di Pondok Pesantren Al-Islah, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran pimpinan KH Dawam Shaleh, Ahad (27/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof Abdul Mu’ti. Kehadiran Bupati Yes bersama Menteri Abdul Mu’ti menjadi bagian dari rangkaian peringatan perjalanan empat dasawarsa Pondok Pesantren Al-Islah dalam mengembangkan pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yes menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter, nilai moral, serta kepedulian sosial.

“Pendidikan bukan hanya perihal kecerdasan, pendidikan juga tentang karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan hidup bersama dalam keragaman,” tutur Bupati Yes.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Peserta didik perlu dibekali kemampuan akademik sekaligus nilai-nilai yang membentuk kepribadian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Bupati Yes menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan memiliki tradisi pendidikan pesantren yang sangat kuat. Saat ini, lebih dari 66.000 santri di Kabupaten Lamongan menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu kekuatan Lamongan dalam membangun sumber daya manusia. Pemerintah Kabupaten Lamongan kemudian menghadirkan program prioritas Lamongan Nyantri sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem pendidikan pesantren.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen memperkuat kapasitas dan kemandirian siswa maupun santri agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkembang dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperluas akses pendidikan juga diwujudkan melalui program Perintis. Bupati Yes menyampaikan, setiap tahun lebih dari 7.500 anak mendapatkan dukungan beasiswa mulai jenjang SD hingga S2, termasuk siswa madrasah Tsanawiyah dan madrasah Aliyah.

Menurut Bupati Yes, program tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Lamongan untuk melanjutkan pendidikan.

“Jangan sampai keterbatasan ekonomi memutus cita-cita seorang anak sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang diimpikan.

Dalam konteks tersebut, pesantren memiliki peran yang sangat strategis. Pesantren tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penanaman nilai keagamaan, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Bupati Yes menegaskan bahwa membangun pendidikan dan karakter generasi muda bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, keluarga, dan masyarakat.

“Pesantren Al-Islah, dengan perjalanan panjangnya, telah mengambil peran melalui pendidikan, penanaman nilai, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Tasyakuran 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Islah menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang lembaga pendidikan pesantren tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi