Pengajian Surga PRM Babat Tengah, Subuh Bersama Keluarga Hadirkan Ustadz Tholha

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babat Tengah, Cabang Muhammadiyah Babat, menggelar Pengajian Surga (Subuh Bersama Keluarga), Ahad (21/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Tholha, anggota Majelis Tabligh PDM Lamongan, sebagai pemateri.

Pengajian yang dilaksanakan setelah shalat Subuh tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan keluarga sekaligus meningkatkan pemahaman keislaman jamaah. Suasana pengajian berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Tholha mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt atas segala rahmat, taufik, dan hidayah yang diberikan kepada manusia.

“Sebagai seorang Muslim, kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah. Nikmat yang kita terima, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari, semuanya merupakan karunia dari Allah Swt,” pesannya.

Selanjutnya, Ustadz Tholha menyampaikan tausiyah tentang ketentuan kehidupan manusia. Ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia berada dalam pengetahuan dan ketentuan Allah SWT sejak manusia masih berada dalam kandungan.

Menurutnya, berbagai hal dalam kehidupan manusia, seperti rezeki, pekerjaan, perjalanan hidup, dan ketentuan lainnya, berada dalam pengetahuan Allah Swt. Namun, hal tersebut tidak berarti manusia boleh berpangku tangan. Manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar, berdoa, dan menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.

“Manusia wajib berusaha. Tetapi hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah Swt. Karena itu, jangan pernah berhenti berdoa dan jangan merasa sombong atas apa yang kita miliki,” tuturnya.

Dalam tausiyah tersebut, Ustadz Tholha juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya mempersiapkan akhir kehidupan. Menurutnya, keberhasilan seorang Muslim tidak hanya diukur dari banyaknya harta, jabatan, maupun prestasi duniawi, tetapi juga bagaimana seseorang mengakhiri kehidupannya dalam keadaan husnul khatimah.

Ia mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga iman, memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta membiasakan diri berdoa agar diberikan keteguhan hati.

Salah satu doa yang dianjurkan adalah “Yā muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.” Artinya, “Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Doa tersebut mengandung pesan bahwa hati manusia dapat berubah. Karena itu, seorang Muslim tidak boleh merasa aman dari perubahan hati. Keteguhan iman harus terus dijaga melalui doa, ibadah, ilmu, serta lingkungan yang baik.

Pengajian Surga “Subuh Bersama Keluarga” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar membangun keluarga Muslim yang dekat dengan masjid, gemar menuntut ilmu, dan membiasakan kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Semoga kita semua diberikan keteguhan iman, dimudahkan dalam menjalani kehidupan, dilapangkan rezekinya, dan ketika tiba waktunya kembali kepada Allah, kita semua dipanggil dalam keadaan husnul khatimah,” pungkas Ustadz Tholha.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi