Merawat Bumi, Menebar Nilai Islami: Green Islami KKNT STITM Paciran Hadir di Sedayulawas

Listen to this article

LAMONGAN Lintasjatimnews – Kepedulian terhadap lingkungan terus ditanamkan melalui langkah-langkah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) STIT Muhammadiyah Paciran melalui projek “Green Islami: Buanglah Sampah pada Tempatnya” di SMAIT Al Azhar Sedayulawas.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKNT dalam membangun kesadaran warga sekolah bahwa menjaga kebersihan bukan semata-mata persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Bumi merupakan ruang kehidupan yang Allah Swt amanahkan kepada manusia untuk dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dari kesadaran tersebut, gerakan Green Islami dikembangkan sebagai bentuk edukasi yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keislaman.

Sampah yang sering dianggap sebagai persoalan sederhana ternyata memiliki pesan yang lebih besar tentang karakter. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta penghargaan terhadap lingkungan dan orang lain.

Projek Green Islami tidak berhenti pada penyampaian slogan. Mahasiswa KKNT berusaha menghadirkan edukasi yang dekat dengan keseharian siswa. Pesan “Buanglah Sampah pada Tempatnya” menjadi ajakan untuk membangun kebiasaan baru, yakni membuang sampah dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab.

Ketua KKNT STIT Muhammadiyah Paciran, Wildan Faiz, mengatakan bahwa Green Islami merupakan gerakan sederhana yang diharapkan mampu membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Green Islami kami hadirkan sebagai gerakan sederhana yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kebersihan bukan hanya kewajiban, tetapi juga bagian dari nilai-nilai Islam. Dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, kami berharap tumbuh kebiasaan besar untuk mencintai dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Maftuhah, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan KKNT seharusnya tidak sekadar menjadi aktivitas mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata yang memiliki nilai edukatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila tidak berhenti pada teori. Kesadaran harus diterjemahkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

“Pendidikan lingkungan tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman. Nilai kepedulian harus diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari. Anak-anak perlu diajak memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari karakter, tanggung jawab, dan pengamalan nilai-nilai kebaikan,” tutur Dr. Maftuhah.

Ia berharap projek Green Islami dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.

“Mahasiswa KKNT harus mampu menjadi penggerak perubahan. Sekecil apa pun program yang dilakukan, ketika mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan baik, maka sesungguhnya telah memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Kepala SMAIT Al Azhar Sedayulawas, Wiji Bahari, S.Pd. Kehadiran mahasiswa KKNT diharapkan dapat memberikan warna positif serta memperkuat budaya sekolah yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter. Dari lingkungan sekolah, siswa belajar bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten.

Green Islami akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah projek mahasiswa. Ia menjadi ikhtiar untuk menanamkan kesadaran bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari mensyukuri nikmat Allah Swt

Reporter Fathurrahim Syuhadi