LAMONGAN lintasjatimnews – Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) tidak hanya menjadi agenda akademik perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang pengabdian yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kepedulian sosial dan karakter kepemimpinan.
Hal tersebut disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNT STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan, Dr. Maftuhah, M.Pd., saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa peserta KKNT, Senin (3/8/2026)
Menurut Dr. Maftuhah, keberhasilan mahasiswa dalam menjalankan KKNT tidak diukur dari banyaknya program kerja yang terlaksana, melainkan dari sejauh mana kehadiran mereka mampu memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat.
“KKNT adalah proses menanam ilmu untuk menuai peradaban. Ilmu yang diperoleh di ruang kuliah harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata, solusi, dan pengabdian yang memberikan dampak positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian kemanusiaan, serta tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana program. Sikap rendah hati untuk belajar dari masyarakat menjadi modal utama sebelum menawarkan berbagai inovasi dan gagasan.
Dr. Maftuhah juga mengingatkan bahwa nilai-nilai pengabdian telah diajarkan dalam Islam. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujādilah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Baginya, kemuliaan ilmu terletak pada manfaat yang mampu dihadirkan bagi sesama.
Selain itu, ia mengaitkan pelaksanaan KKNT dengan amanah manusia sebagai khalifah di bumi sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Amanah tersebut diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam membangun pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mengedepankan kolaborasi, gotong royong, dan semangat saling membantu sebagaimana pesan Allah dalam QS. Al-Mā’idah ayat 2. Pengabdian tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dibangun bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, lanjutnya, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan akhlak mulia. Karena itu, KKNT menjadi wahana strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan sekaligus menguatkan nilai-nilai kemanusiaan.
Dr. Maftuhah berharap seluruh mahasiswa STIT Muhammadiyah Paciran dapat menjadikan setiap program KKNT sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap langkah pengabdian adalah investasi peradaban. Apa yang ditanam hari ini, meskipun berupa gagasan kecil atau pendampingan sederhana, dapat tumbuh menjadi manfaat besar bagi generasi mendatang. Sebab pendidikan sejatinya tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hidup dalam setiap karya yang memberikan manfaat bagi sesama,” pungkasnya.
“Pergi ke taman memetik melati,
Melati mekar semerbak mewangi.
Ilmu bukan sekadar untuk dipelajari,
Tetapi untuk diamalkan demi kemaslahatan negeri.”
Reporter Fathurrahim Syuhadi









