LAMONGAN lintasjatimnews – Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al Azhar Sedayulawas, Kecamatan Brondong, menerima kunjungan sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Paciran dalam rangka penyerahan surat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT), sebagai langkah awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Maftuhah, M.Pd., bersama empat mahasiswa peserta KKNT, yakni Farhat, Faiz, Nabil, dan Iman. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kepala SMAIT Al Azhar Sedayulawas, beserta jajaran sekolah.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai prosesi penyerahan surat KKNT. Momen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan administrasi akademik, tetapi juga menjadi awal terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Kepala SMAIT Al Azhar Sedayulawas, Wiji Bahari, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan STITM Paciran yang menjadikan sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKNT. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan warna baru melalui berbagai program edukatif dan inovatif yang bermanfaat bagi peserta didik maupun warga sekolah.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Maftuhah, M.Pd., menjelaskan bahwa program KKNT merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami dinamika pendidikan secara langsung di lapangan.
“KKNT menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori dengan praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga membangun komunikasi, berkolaborasi, serta menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan sekolah,” ujarnya.
Program KKNT juga diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik. Mahasiswa memperoleh pengalaman empiris dalam mengembangkan kompetensi pedagogis, sosial, dan profesional, sedangkan pihak sekolah mendapatkan tambahan gagasan, kreativitas, serta semangat baru dalam mendukung proses pembelajaran.
Lebih dari sekadar program akademik, penyerahan surat KKNT ini menjadi simbol dimulainya kemitraan yang dilandasi semangat saling belajar dan saling menguatkan. Kolaborasi antara STITM Paciran dan SMAIT Al Azhar Sedayulawas diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pendidikan yang berdampak positif bagi peserta didik dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak optimistis bahwa langkah awal ini akan menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, adaptif, dan berkarakter. Sebab, ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan pengabdian serta kolaborasi yang tulus, setiap ikhtiar kecil akan menjadi bagian dari perjalanan besar dalam memajukan dunia pendidikan.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









