LAMONGAN lintasjatimnews – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Sebagai langkah awal implementasi program, tim pengabdian UMLA menggelar koordinasi bersama Kepala Dusun Dorogede dan pengurus Karang Taruna Merpati Putih pada Minggu (24/5/2026) di Dusun Dorogede, Kabupaten Lamongan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama sekaligus menyusun roadmap pelaksanaan program bertajuk peningkatan kader remaja di Dorogede. Program ini diketuai oleh Masunatul Ubudiyah, S.Kep., Ns., M.Kep dengan anggota Dr. Ari Susandi, M.Pd dan Inta Susanti, S.Kep., Ns., M.Kep. Melalui pendekatan kolaboratif, program dirancang untuk meningkatkan kapasitas remaja dalam mencegah perilaku bullying sekaligus memperkuat kesehatan mental melalui pengembangan keterampilan sosial-emosional berbasis digital.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Masunatul Ubudiyah, menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi dan metode yang digunakan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra pelaksana.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Karang Taruna merupakan fondasi utama dalam menciptakan program yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan Peer-Mediated Digital Social Emotional Learning, kami berharap remaja tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan yang mengedukasi teman sebaya untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari bullying,” jelasnya.
Koordinasi awal tersebut membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari penyusunan jadwal kegiatan, pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak, penentuan sasaran peserta, hingga strategi pendampingan selama program berlangsung. Selain itu, dilakukan penyamaan persepsi mengenai target luaran program agar seluruh tahapan dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah dusun, dan Karang Taruna, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang tangguh, sehat secara mental, dan berkarakter, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan sosial yang inklusif dan bebas dari bullying di Kabupaten Lamongan.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









