SURABAYA lintasjatimnews – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara serentak di enam kecamatan atau 18 kelurahan di Kota Surabaya untuk mendukung penguatan Kampung Pancasila sesuai amanah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya.
Pelepasan mahasiswa BBK 8 UNAIR berlangsung terpusat di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) telah dilakukan pada tanggal 12 Juli 2026, sebagai wujud komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor bidang RICD, Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., FINASIM menegaskan bahwa KKN BBK 8 untuk Kota Surabaya dirancang selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) dan program strategis Pemerintah Kota Surabaya, termasuk inisiatif Kampung Pancasila.
Selanjutnya pada tanggal 13 Juli 2026 serempak dilaksanakan penerimaan 340 mahasiswa didampingi 18 Dosen Pendamping Lapangan (DPL) BBK 8 Unair di Kecamatan masing masing, yaitu Kecamatan Bubutan, Gubeng, Kenjeran, Mulyorejo, Simokerto dan Tambaksari, yang seluruhnya meliputi 21 Kelurahan.
Penempatan mahasiswa di enam kecamatan atau 21 kelurahan di Kota Surabaya dilakukan berdasarkan koordinasi antara LPMB Universitas Airlangga, BRIDA, kecamatan, dan kelurahan untuk memastikan setiap lokasi memiliki fokus tema penguatan nilai-nilai Pancasila yang relevan dengan karakter dan kebutuhan warga setempat.
Melalui pendampingan Kampung Pancasila, BRIDA membuka ruang kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, warga, dan mitra untuk menyusun solusi berbasis data, riset, inovasi, serta pemanfaatan teknologi sehingga mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dan mitra belajar komunitas.
Penerimaan dikecamatan dihadiri oleh Camat beserta jajaran Muspika, yang terdiri dari Kapolsek, Danramil, Ketua KUA dan Ketua Puskesmas, Para Lurah dan Ketua LKMK.
Di tingkat kampung atau kelurahan, mahasiswa BBK 8 UNAIR diarahkan untuk membantu Satgas Kampung Pancasila dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan yang menumbuhkan budaya gotong royong, toleransi, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi warga, sejalan dengan visi Surabaya sebagai kota sejahtera dan berkarakter Pancasila.
Berbagai aktivitas dirancang, meliputi 4 bidang garap sararan BBK yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi, seperti edukasi keluarga tentang pengasuhan positif, sosialisasi pemilahan sampah dari rumah, pendampingan UMKM dan ekonomi kreatif, sampai program literasi kesehatan dan pencegahan perilaku berisiko bagi remaja.
Program BBK 8 juga menempatkan mahasiswa sebagai pengumpul data lapangan dan penggagas inovasi sosial yang dapat dimanfaatkan BRIDA dan Pemerintah Kota Surabaya untuk penyusunan kebijakan berbasis bukti di Kampung Pancasila.
Melalui laporan, pemetaan masalah, dan rekomendasi yang dihasilkan mahasiswa, diharapkan terbentuk ekosistem kolaboratif “triple helix” antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat yang memperkuat keberlanjutan program dan dampak nyata di tingkat RW dan RT.
Ketua LPMB UNAIR Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa penerjunan mahasiswa BBK 8 di Surabaya bukan sekedar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga bagian dari komitmen kampus untuk hadir di tengah warga, mendengar kebutuhan mereka, dan bersama-sama mengembangkan Kampung Pancasila sebagai ruang belajar nilai kebangsaan dan laboratorium hidup bagi mahasiswa.
Melalui sinergi UNAIR dan BRIDA, diharapkan kampung-kampung dampingan di enam kecamatan dan 21 kelurahan dapat menjadi percontohan penguatan nilai Pancasila yang berdampak pada kesejahteraan, ketahanan sosial, dan kualitas hidup masyarakat Kota Surabaya.
Reporter: Winarto









