Kirab Budaya Bersih Desa Nampu Berlangsung Meriah, Babinsa Hadir Jaga Tradisi dan Kondusivitas Wilayah

Listen to this article

MADIUN lintasjatimnews – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan kirab budaya dalam rangka tradisi Bersih Desa di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang. Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Babinsa Desa Nampu, Koramil 0803/06 Gemarang, Serda Amanu, turut melaksanakan pendampingan dan pengamanan selama rangkaian acara.

Kirab budaya yang digelar sebagai bagian dari tradisi tahunan masyarakat Desa Nampu tersebut diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan dan berpartisipasi dalam kegiatan. Berbagai atraksi dan arak-arakan budaya menjadi daya tarik tersendiri sekaligus mencerminkan kekayaan tradisi lokal yang tetap lestari.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran Babinsa juga menjadi wujud dukungan TNI terhadap pelestarian budaya serta penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Serda Amanu mengatakan bahwa tradisi Bersih Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kebersamaan antarwarga semakin terjalin. Kami hadir untuk mendukung agar seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan nyaman,” ujarnya.

Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi, kirab budaya juga menjadi sarana melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dengan pendampingan dari Babinsa serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, kirab budaya Bersih Desa Nampu berlangsung aman, meriah, dan penuh makna. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi tradisi yang mampu memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya lokal, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

(andik)