Dandim Ponorogo : Jembatan Garuda Wujudkan Impian Warga

Listen to this article

PONOROGO lintasjatimnews – Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS melakukan peninjauan atau pengecekan proyek pembangunan Jembatan Perintis Garuda tahap V tahun 2026, Selasa (23/06/2026).

Peninjauan terhadap proyek prioritas nasional yang jumlahnya ada empat proyek tersebar di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Ponorogo tersebut kerap dilakukan Dandim Ponorogo termasuk kemarin (Senin, 22/06).

Empat lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut yaitu berada di Desa / Kecamatan Slahung (Jembatan Aramco); Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun (Jembatan Aramco); Desa Mojomati Kecamatan Jetis (Jembatan Perintis Garuda) serta di Desa Tempuran Kecamayan Sawoo (Jembatan Perintis Garuda).

Terkait peninjauan tersebut, Dandim Ponorogo melalui Media Center 0802 menyampaikan bahwa program pro rakyat yang dikerjakan oleh anggota Kodim 0802/Ponorogo bersama masyarakat harus berjalan sesuai rencana, tepat waktu serta berkualitas dan hasilnya benar benar bermanfaat bagi masyarakat.

“ Jembatan Perintis Garuda ini adalah program prioritas pemerintah yang diimpikan dan diharap warga khususnya saudara kita yang saat ini akses transportasinya masih terkendala oleh berbagai rintangan alam termasuk bentangan sungai yang sulit dilalui, “ kata Dandim Ponorogo.

Dengan terjun langsung ke lokasi, diharapkan kehadiran Dandim juga bisa memberikan dorongan moral kepada seluruh pekerja baik prajurit maupun masyarakat yang setiap hari bekerja dengan penuh semangat dan gotong royong yang tinggi.

Sementara Purwo Susilo (45 tahun) yang adalah Staf Seksi Kesejahteraan Desa Baosan Lor yang dihubungan Babinsa Desa Baosan Lor menyatakan senang dan sangat bangga atas terwujudnya jembatan di desanya.

“ Warga saat kerja bakti sangat antusias dan bersemangat karena jembatan ini amat sangat membantu kelancaran transportasi / akses masyarakat. Mudah mudahan jembatan bisa awet di gunakan masyarakat, juga mempermudah khususnya bagi aktivitas warga sehari hari, “ tulis Purwo Susilo.

Bahkan dia juga menceritakan terkait aktivitas warga selama ini sebelum ada jembatan. “ Aktivitas warga dalam sehari hari khususnya saat melewati sungai sangat kesusahan karena jembatan cukup sempit, dengan adanya pembangunan jembatan garuda sekarang sudah lebar dan cukup nyaman di gunakan, “ tuturnya.

(Zaenuri)