Lepas 212 Lulusan, Kepala SMPN 1 Pucuk: Tolok Ukur Keberhasilan Murid Adalah Bakti Orang Tua

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Suasana haru membuncah di tengah pelaksanaan Resepsi Purnawiyata 212 siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Pucuk Tahun Ajaran 2025/2026, pekan ini. Air mata kebahagiaan dan kesedihan bercampur baur membasahi pipi para guru, wali murid, hingga para siswa yang bersiap melangkah ke jenjang baru.

Acara yang dikemas apik dengan berbagai pentas seni memukau dari siswa kelas 7 dan 8 ini dihadiri sejumlah pejabat setingkat kecamatan dan pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, serta ratusan undangan.

Namun, momen yang paling menyedot perhatian dan menggetarkan batin hadirin adalah pidato restu penuh makna Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Said memberikan apresiasi tinggi kepada para orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka selama tiga tahun masa belajar. Beliau menggarisbawahi adanya pergeseran paradigma pendidikan masa kini.

Jika dahulu dunia pendidikan mengenal konsep Tripusat Pendidikan gagasan Ki Hajar Dewantara, kini konsep tersebut berkembang menjadi Catur Pusat Pendidikan sesuai arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Abdul Mu’ti.

“Keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial merupakan catur pusat pendidikan yang sangat menentukan keberhasilan proses pendidiksn anak-anak kita,” terang Said. Beliau menegaskan, karakter positif siswa seperti kesantunan bertutur dan sopan santun bertindak mustahil terwujud tanpa pondasi kuat dari lingkungan.

Lebih lanjut Said menyampaikan terima kasih atas keikhlasan dewan guru dalam mendidik siswa. Mewakili pihak sekolah, ia juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada wali murid jika selama tiga tahun terakhir masih terdapat kekurangan dalam bimbingan. Ia mendoakan agar gerak langkah 212 lulusan tahun ini tidak cepat puas.

“Kami sangat berharap, pendidikan putra-putri Bapak dan Ibu tidak berhenti di tingkat SMP saja, melainkan harus tuntas hingga ke perguruan tinggi. Semoga orang tua senantiasa dimudahkan rezekinya untuk menyokong pendidikan Ananda,” pintanya yang langsung diamini secara khidmat oleh seluruh hadirin.

Atmosfer gedung semakin emosional saat Kepala Sekolah menatap langsung wajah ratusan alumni baru tersebut. Ia mengingatkan bahwa di sekolah baru (SMA/SMK/MA) kelak, mereka akan menemui guru-guru baru yang wajib dihormati. Namun, sosok yang paling utama dijaga hatinya adalah bapak dan ibu kandung.

“Yang tidak akan pernah meninggalkan kalian adalah kedua orang tua. Mereka bersama kalian sejak lahir hingga kelak meninggalkan dunia fana ini. Maka berbaktilah! Tolok ukur keberhasilan pendidikan yang utama adalah ketika kalian bisa berbakti kepada kedua orang tua,” tegas Said dengan nada bergetar.

Sebagai puncak acara, Kepala Sekolah membacakan bait-bait puisi karyanya. Puisi tersebut mengisahkan perjalanan tiga tahun murid di sekolah, menggambarkan bagaimana untaian ilmu dari guru kini telah menjelma menjadi sayap-sayap tangguh untuk menerjang badai masa depan.

Usai pembacaan puisi, Kepala Sekolah secara simbolis menyerahkan kembali seluruh siswa kelas 9 kepada pangkuan orang tua masing-masing untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Kami tunggu kalian kembali sebagai alumni yang membanggakan nama almamater SMP Negeri 1 Pucuk. Dari Pucuk menuju puncak, menanan jejak menuai masa depan, pungkasnya.

Kontributor: M. Said