SURABAYA lintasjatimnews – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan pembaruan diri. Semangat hijrah inilah yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan umat Islam saat ini.
Dengan Semangat Muharram 1448 Hijriyah : Luaskan Kepedulian dan Kuatkan Kemandirian Membangun Umat yang Tangguh, kita diajak untuk membangun masyarakat yang kuat dalam persaudaraan, unggul dalam ilmu pengetahuan, peduli terhadap sesama, dan mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih diridhai Allah Swt
Pertama, Luaskan Kepedulian: Menebarkan Manfaat untuk Sesama
Muharram mengajarkan pentingnya kepedulian sosial. Umat Islam tidak hanya dituntut menjadi pribadi yang saleh secara individu, tetapi juga harus hadir memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Allah Swt berfirman “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa (QS. Al-Maidah: 2)
Rasulullah Saw bersabda “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ahmad dan Thabrani)
Kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, seperti membantu kaum dhuafa, menyantuni anak yatim, mendukung pendidikan, menjaga lingkungan, dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Semakin besar kepedulian yang kita miliki, semakin besar pula keberkahan yang Allah SWT limpahkan dalam kehidupan.
Hidup yang paling bernilai bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang kita berikan
Kedua, Kuatkan Kemandirian: Membangun Umat yang Tangguh
Kemandirian merupakan salah satu karakter penting yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Umat yang mandiri tidak mudah bergantung kepada orang lain, tetapi mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Allah Swt berfirman “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11)
Rasulullah Saw bersabda “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Semangat kemandirian harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik ekonomi, pendidikan, organisasi, maupun pembangunan masyarakat. Dengan kemandirian, umat Islam akan memiliki daya tahan dan daya saing yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.
Kemandirian adalah langkah awal menuju kemajuan; mereka yang berusaha akan menemukan jalan menuju keberhasilan
Semoga Allah Swt senantiasa membimbing langkah kita, melimpahkan keberkahan dalam setiap ikhtiar, serta menjadikan tahun 1448 Hijriyah sebagai tahun yang penuh kemajuan, persatuan, dan kemaslahatan bagi umat Islam.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









