SURABAYA lintasjatimnews – Di tengah perkembangan kehidupan modern yang serba cepat, digital, dan penuh tantangan, masjid tetap memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat pembinaan umat. Dalam konteks ini, masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, dan memperkuat solidaritas sosial.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah…” (QS. At-Taubah: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa kemakmuran masjid berkaitan erat dengan kualitas iman, ibadah, dan kepedulian sosial umat Islam. Dalam kehidupan modern, makna memakmurkan masjid tidak hanya terbatas pada aktivitas fisik seperti salat berjamaah, tetapi juga mencakup peran aktif masjid dalam menjawab tantangan zaman, termasuk pendidikan, sosial, ekonomi, dan teknologi.
Nabi Muhammad Saw. bersabda “Sebaik-baik tempat di muka bumi adalah masjid, dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.” (HR. Muslim)
Hadis ini memberikan pesan bahwa masjid adalah pusat kebaikan dan pembentukan karakter umat. Jika masjid difungsikan secara optimal, maka ia akan menjadi ruang yang melahirkan manusia berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosialnya.
Dalam kehidupan modern, masjid memiliki peran strategis yang semakin luas.
Pertama, masjid sebagai pusat pendidikan karakter. Di tengah krisis moral dan tantangan degradasi nilai, masjid menjadi tempat yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Kedua, masjid sebagai pusat literasi dan ilmu pengetahuan. Kajian keislaman, diskusi ilmiah, dan program pendidikan di masjid dapat membantu masyarakat meningkatkan wawasan keagamaan sekaligus pemahaman terhadap isu-isu kontemporer.
Ketiga, masjid sebagai pusat solidaritas sosial. Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, masjid dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Masjid menjadi ruang bertemunya kepedulian dan kebutuhan umat secara langsung dan terorganisir.
Keempat, masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dalam kehidupan modern, masjid dapat berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha kecil, dan penguatan ekonomi berbasis jamaah.
Kelima, masjid sebagai pusat transformasi digital dakwah. Di era teknologi, masjid perlu hadir di ruang digital melalui media sosial, platform pembelajaran online, dan sistem informasi masjid yang transparan. Hal ini menjadikan masjid lebih dekat dengan generasi muda dan lebih responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan berbagai peran tersebut, masjid menjadi institusi yang sangat strategis dalam kehidupan modern. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban yang mampu menjawab tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Masjid yang hidup dalam kehidupan modern adalah masjid yang mampu menjadi pusat iman, ilmu, dan solusi bagi umat di setiap zaman.
Oleh karena itu, memperkuat peran strategis masjid adalah tanggung jawab bersama seluruh umat Islam. Dengan menghidupkan masjid secara optimal, kita tidak hanya menjaga tradisi ibadah, tetapi juga membangun masa depan umat yang lebih berkemajuan.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









