LAMONGAN Lintasjatimnews – Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Jaya Melati I yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Lamongan. Kegiatan yang diikuti 140 peserta tersebut berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Sidokelar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (13/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Fathurrahim Syuhadi hadir sebagai pembicara utama sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta yang mengikuti proses kaderisasi tingkat dasar Hizbul Wathan. Ia menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Fathurrahim memberikan apresiasi kepada Kwarda HW Lamongan yang dinilai berhasil menjaga semangat kaderisasi dengan menyelenggarakan Jaya Melati I sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kwarda HW Lamongan dalam menyiapkan kader-kader muda yang siap melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
“Saya mengapresiasi Kwarda HW Lamongan yang terus berkomitmen mengembangkan kaderisasi. Dalam dua tahun ini telah mampu melaksanakan Jaya Melati I sebanyak dua kali. Ini menunjukkan kesungguhan dalam menyiapkan kader-kader terbaik Hizbul Wathan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) yang telah berkolaborasi dengan Kwarda HW Lamongan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga pelaksanaan pelatihan kader di masa mendatang semakin berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Fathurrahim menegaskan pentingnya membangun kader Hizbul Wathan yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta semangat pengabdian kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Kader Hizbul Wathan harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Tidak hanya memiliki keterampilan kepanduan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat melayani, dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan umat,” tegasnya di hadapan para peserta.
Dengan penyampaian yang lugas dan penuh semangat, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Jaya Melati I sebagai momentum pembentukan diri agar menjadi kader yang tangguh, disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Fathurrahim juga menjelaskan makna 25 Tahun Kebangkitan Hizbul Wathan yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi kepanduan Muhammadiyah tersebut. Menurut penulis buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur itu, kebangkitan Hizbul Wathan tidak sekadar dimaknai sebagai perjalanan usia organisasi, tetapi juga sebagai proses penguatan nilai, ideologi, dan pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kebangkitan Hizbul Wathan adalah momentum untuk memperkuat kaderisasi dan memastikan nilai-nilai perjuangan tetap hidup dalam diri setiap kader. Tanggung jawab menjaga dan mengembangkan organisasi ini berada di tangan seluruh generasi Hizbul Wathan,” jelasnya.
Menutup arahannya, Fathurrahim berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, mulai dari awal hingga akhir kegiatan. Ia juga menekankan pentingnya melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah pelatihan sebagai bentuk implementasi ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Jaya Melati I.
“Kesungguhan dalam mengikuti pelatihan dan melaksanakan RTL menjadi kunci agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat,” pungkasnya.
(Redaksi)









