LAMONGAN lintasjatimnews – Pengajian Jumat Pagi (JUMPA) yang rutin digelar dan diikuti oleh masyarakat berlangsung khidmat dengan menghadirkan KH Agus Salim Syukran, M.Pd.I., Ketua STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains) Lamongan, sebagai penceramah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan berbagai pesan keagamaan yang menekankan pentingnya rasa syukur, kepedulian sosial, dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah, Jumat (12/6/2026)
Mengawali tausiyahnya, KH Agus Salim Syukran mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah Swt atas segala rahmat, nikmat, kesehatan, dan kesempatan yang masih diberikan hingga saat ini. Menurutnya, manusia sering kali lebih mudah mengingat kekurangan dibandingkan nikmat yang telah diterima setiap hari.
“Marilah kita memperbanyak ucapan Alhamdulillah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Selain itu, perbanyak pula istighfar untuk memohon ampunan atas segala kekhilafan yang kita lakukan,” tuturnya di hadapan jamaah JUMPA
Beliau menjelaskan bahwa rasa syukur harus diwujudkan tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui perbuatan nyata. Salah satunya adalah dengan terus berusaha memperbaiki kehidupan. Dalam Islam, ikhtiar merupakan sebuah keharusan karena Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka berusaha mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Selain menanamkan sikap syukur, KH Agus Salim Syukran juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Umat Islam dianjurkan untuk menolong orang lain, mengamalkan ilmu yang dimiliki, serta melindungi dan membantu mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Menurut beliau, keberadaan seorang muslim harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Pada bagian berikutnya, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah Sendangagung Paciran tersebut menguraikan kandungan Surat Al-Ma’un beserta implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat. Surat tersebut mengajarkan pentingnya kepedulian sosial, perhatian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Ibadah yang dilakukan seseorang harus tercermin dalam perilaku sosial yang baik dan penuh empati terhadap sesama.
KH Agus Salim Syukran juga menekankan pentingnya melaksanakan salat berjamaah di masjid, terutama bagi kaum laki-laki. Menurutnya, salat berjamaah bukan hanya meningkatkan nilai ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan jamaah agar menghindari berbagai penyakit hati yang dapat merusak nilai ibadah, seperti riya dan syirik. Kedua hal tersebut dapat menghilangkan pahala amal yang dilakukan seseorang.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat syarat utama agar ibadah diterima oleh Allah Swt, yaitu ikhlas dalam beribadah semata-mata karena Allah serta mengikuti tuntunan Rasulullah Saw. Keikhlasan dan kesesuaian dengan syariat menjadi fondasi utama diterimanya amal seorang hamba.
Menjelang akhir pengajian, KH Agus Salim Syukran mengingatkan tentang perilaku yang harus dihindari dalam menjalankan salat, seperti menunda-nunda waktu salat, melaksanakan salat dengan tergesa-gesa, serta kurang memiliki kepedulian untuk bersedekah. Menurutnya, seorang muslim yang baik tidak hanya menjaga hubungan dengan Allah Swt melalui ibadah, tetapi juga menjaga hubungan dengan sesama manusia melalui kepedulian dan amal kebajikan.
Pengajian Jumat Pagi tersebut ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









