PACITAN lintasjatimnews – Program pembangunan Jembatan Garuda diprakarsai oleh TNI AD, dan di berbagai wilayah, salah satunya peletakan batu pertama (groundbreaking) yang di laksanakan di 4 (empat) titik lokasi di berbagai wilayah Kabupaten Pacitan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danramil jajaran Kodim 0801/Pacitan bersama perangkat Desa diikuti oleh Babinsa dan masyarakat setempat untuk mempercepat infrastruktur pedesaan.
Program Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata TNI AD melalui Kodim 0801/Pacitan dalam mendukung pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada Tahap V ini Kodim 0801/Pacitan mendapatkan alokasi pembangunan di 4 (empat) titik jembatan Garuda yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Pacitan diantaranya Kecamatan Pacitan, Donorojo, Punung dan Nawangan.
Pada kesempatan tersebut Kapten Kav Dadut Setiawan mengatakan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal pembangunan Jembatan Garuda yang bertujuan meningkatkan konektivitas antar wilayah, membuka akses transportasi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedalaman dan wilayah perbatasan khususnya wilayah Pacitan, “ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi pembangunan jembatan garuda di Dusun Gamping, Desa Ponggok, Kec./Kab. Pacitan, Selasa (9/6/2026).
Danramil juga menambahkan bahwa Prosesi Ground Breaking di Desa Sambong berlangsung sederhana namun penuh makna.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong tampak dari keterlibatan aparat TNI bersama pemerintah kampung dan masyarakat setempat yang menyambut baik program pembangunan tersebut. Antusiasme warga mencerminkan harapan besar terhadap hadirnya infrastruktur yang mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,”tambahnya.
Kehadiran jembatan garuda tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana penghubung yang aman dan layak, sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari, seperti distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses pendidikan dan kesehatan, serta mobilitas antar desa.
(Krisna)









