Guru PAI Lamongan Tampil Kompak dan Bersemangat dalam Apel Akbar KKG PAI Provinsi Jawa Timur 2026

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Ribuan pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Jawa Timur memenuhi lapangan utama Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu pagi ini. Di antara lautan peserta yang mengenakan beragam seragam khas daerah, kontingen dari Kabupaten Lamongan tampak menonjol dengan kekompakan dan semangat tinggi. Sebanyak lebih dari 650 guru PAI yang berasal dari berbagai kecamatan di Lamongan hadir memeriahkan Apel Akbar Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Kegiatan besar ini mengusung tema utama “GPAI Bersinergi dalam Satu Langkah, Satu Hati, Satu Dedikasi untuk PAI Berkemajuan”, menjadi bukti nyata persatuan para pendidik agama di wilayah Jawa Timur.

Sejak pukul 06.30 WIB, rombongan guru PAI Lamongan telah tiba di lokasi menggunakan armada elf yang telah disiapkan oleh pengurus KKG setempat.

Setiba di lokasi mereka langsung menuju titik kumpul sesuai pembagian wilayah yang ditetapkan panitia. Ketua KKG PAI Kabupaten Lamongan, Abdullah Musyafak,M.Pd., dalam keterangannya di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk nyata komitmen untuk memperkuat jejaring kerja sama dan meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di daerahnya. “Bagi kami, kegiatan akbar seperti ini menjadi wadah emas untuk bertukar pengalaman, mendapatkan wawasan baru, serta menyamakan visi dan misi dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa,” ujar Musyafak.

Acara apel akbar dibuka secara resmi oleh Ketua KKG PAI Provinsi Jawa Timur. M..Zaini,S.Ag.,M.Pd Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan bagian penting dari rentetan rangkaian Olimpiade PAI yang telah dilaksanakan sebelumnya di berbagai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. “Hadir hari ini tercatat sebanyak 10.000 peserta guru PAI jenjang Sekolah Dasar dan 200 guru perwakilan dari berbagai jenjang pendidikan lainnya di Jawa Timur. Hari ini adalah momentum kebangkitan, momentum persatuan, sekaligus momentum pengabdian bagi kita semua. Guru PAI adalah garda terdepan dalam membangun generasi yang beriman, kita adalah guru yang terus bergerak maju, dan guru yang tidak pernah berhenti belajar demi kemajuan pendidikan bangsa,” tegas beliau. Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan penganugerahan khusus bertajuk “Anugrah Guru Modis”, sebuah penghargaan bagi pendidik yang mampu menampilkan penampilan rapi, sopan, beretika, dan tetap modis sesuai syariat agama dan norma sosial.

Puncak rangkaian acara sesi pagi adalah prosesi pelantikan resmi pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi berlangsung khidmat di bawah pengawasan saksi organisasi, di mana para pengurus terpilih mengucapkan sumpah janji untuk mengemban amanah memajukan organisasi serta meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Jawa Timur.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil PAI/Kemenag Jatim , Syaikhul Hadi, S.Ag., M.Fil.I. menyampaikan sambutan sekaligus permohonan maaf. “Bapak Kepala Kanwil berhalangan hadir 00dikarenakan tugas negara mendampingi Bapak Menteri Agama RI dalam kunjungan kerja resmi. Namun, beliau menitipkan apresiasi setinggi-tingginya dan harapan besar agar kegiatan ini dapat menambah semangat Bapak dan Ibu sekalian untuk terus meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran di sekolah,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan kembali makna mendalam dari profesi pendidik, bahwa “mengajar bagi seorang guru PAI bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan hati dan panggilan profesional yang menuntut dedikasi serta tanggung jawab moral yang besar.”

Pesan paling mendalam disampaikan dalam sesi pembinaan utama oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Dalam paparannya, beliau menekankan peran strategis guru PAI Sekolah Dasar sebagai penanam dasar karakter bangsa. “Anak-anak didik Anda di jenjang SD hari ini, adalah calon pemimpin masa depan; mereka adalah calon presiden dan wakil presiden, calon menteri, serta tokoh-tokoh besar bangsa ini. Mereka adalah produk didikan guru PAI, dan tugas suci kita adalah mengawal moralitas, integritas, dan karakter bangsa agar senantiasa berlandaskan iman dan takwa,” tegas Dirjen Pendis.

Lebih lanjut, beliau mengarahkan para guru untuk konsisten memastikan nilai-nilai Asta Sila Pancasila terintegrasi dalam setiap pembelajaran serta mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang berbasis cinta kasih dan kasih sayang. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengawal perkembangan profesi pendidik agar semakin meluas dan bermutu, senantiasa berkinerja tinggi, berkontribusi nyata bagi masyarakat, serta menerapkan konsep ekoteologi—pendidikan yang mengajarkan cinta dan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Perwakilan guru PAI Lamongan, Muhammad Wahid, S.Pd.I ,M.Pd mengaku sangat terkesan dengan seluruh materi dan suasana kekeluargaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. “Selain bangga dapat membawa nama Kabupaten Lamongan hadir di kegiatan bersejarah ini, materi dari Bapak Dirjen Pendis memberikan energi baru bagi kami. Konsep ekoteologi dan pembelajaran berbasis cinta akan kami pelajari lebih dalam dan terapkan kembali di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Apel Akbar ditutup sekitar pukul 13.30 WIB dengan doa bersama dan pembagian kenang-kenangan. Kontingen Lamongan meninggalkan kawasan Gelora Bung Tomo dengan hati gembira, membawa pulang semangat persatuan, ilmu baru, dan tekad yang semakin kuat untuk mewujudkan cita-cita besar: satu langkah, satu hati, dan satu dedikasi untuk Pendidikan Agama Islam yang berkemajuan.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan