SURABAYA lintasjatimnews – Setiap zaman memiliki tantangan dan cirinya masing-masing. Di tengah derasnya arus modernisasi hari ini, umat Islam menghadapi satu pertanyaan besar: bagaimana cara melahirkan generasi yang tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an di tengah dunia yang semakin menjauh dari nilai-nilai agama?
Jawabannya tidak bisa hanya mengandalkan sekolah formal atau pendidikan duniawi semata. Dibutuhkan lingkungan yang hidup, yang menanamkan iman bukan hanya lewat teori, tetapi lewat kebiasaan, keteladanan, dan suasana. Dan tempat terbaik untuk itu adalah masjid.
Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga “rahim peradaban” tempat lahirnya generasi Qurani. Generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya pedoman hidup dalam setiap langkahnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra: 9)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah sumber petunjuk utama bagi manusia. Namun petunjuk itu hanya akan benar-benar hidup jika diajarkan, dipelajari, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Masjid memiliki peran besar dalam proses ini. Di masjid, anak-anak belajar membaca Al-Qur’an sejak kecil. Di masjid, remaja diajarkan memahami makna ayat-ayat Allah. Di masjid, orang dewasa memperbaiki bacaan dan pemahaman mereka tentang agama. Dari sinilah terbentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Sayangnya, hari ini banyak anak yang lebih akrab dengan layar gawai daripada mushaf Al-Qur’an. Banyak remaja yang lebih hafal lagu dan tren media sosial daripada ayat-ayat Allah. Jika kondisi ini dibiarkan, maka kita akan kehilangan generasi yang kuat secara spiritual.
Karena itu, masjid harus kembali difungsikan sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an. Bukan hanya sekadar tempat belajar membaca, tetapi juga tempat mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa generasi terbaik adalah mereka yang hidup bersama Al-Qur’an. Dan masjid adalah tempat terbaik untuk membentuk generasi seperti itu.
Di banyak tempat, kita dapat melihat contoh nyata bagaimana masjid melahirkan generasi Qurani. Ada masjid kecil yang rutin mengadakan tahfidz Al-Qur’an untuk anak-anak setiap sore. Awalnya hanya sedikit peserta, tetapi karena konsistensi dan kesabaran para pengajar, perlahan semakin banyak anak yang ikut serta. Bertahun-tahun kemudian, anak-anak itu tumbuh menjadi remaja yang mencintai Al-Qur’an dan aktif dalam kegiatan masjid.
Kisah seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan istiqamah.
Generasi Qurani tidak lahir secara instan. Mereka dibentuk melalui proses panjang yang melibatkan keluarga, masjid, dan lingkungan. Orang tua yang membiasakan anaknya datang ke masjid, guru yang sabar mengajarkan Al-Qur’an, serta masyarakat yang mendukung kegiatan keagamaan, semuanya berperan dalam melahirkan generasi ini.
Masjid juga harus menjadi tempat yang ramah bagi anak-anak dan remaja. Suasana yang hangat, penuh kasih sayang, dan tidak menghakimi akan membuat mereka merasa diterima. Dari rasa nyaman itulah tumbuh kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur’an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. (QS. Fatir: 29)
Ayat ini menggambarkan ciri-ciri orang yang hidup bersama Al-Qur’an. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga mengamalkan dan menjadikannya bagian dari kehidupan.
Ketika masjid hidup dengan Al-Qur’an, maka hati masyarakat pun akan ikut hidup. Rumah-rumah akan lebih tenang, hubungan antar manusia akan lebih harmonis, dan kehidupan akan lebih terarah.
Karena itu, setiap kita memiliki peran dalam melahirkan generasi Qurani. Orang tua dengan membimbing anak-anaknya, guru dengan mengajarkan dengan sabar, dan pengurus masjid dengan menciptakan program-program Al-Qur’an yang berkelanjutan.
Jangan pernah meremehkan satu anak kecil yang belajar membaca Al-Qur’an di masjid. Karena dari anak kecil itulah bisa lahir pemimpin masa depan umat.
Sebab ketika generasi Qurani lahir dari masjid, maka umat ini akan memiliki cahaya yang akan menerangi masa depan, meskipun zaman terus berubah dan tantangan semakin besar.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









