MADIUN lintasjatimnews – Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kembali menggelar Baitul Arqom sebagai syarat wajib kelulusan bagi seluruh mahasiswa semester 2 hingga semester akhir. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 2 mei hingga 3 Mei 2026 yang lalu, ini dipusatkan di SMK Muhammadiyah 3 Dolopo Muhammadiyah Madiun dan diikuti hampir 500 mahasiswa dari seluruh fakultas.(5/5/26).
Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menegaskan bahwa Baitul Arqom bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan ikhtiar membentuk kader persyarikatan yang berkarakter Islami. “Lulusan UMMAD harus unggul secara akademik, juga memiliki integritas dan paham ideologi Muhammadiyah. Baitul Arqom adalah kawah candradimuka untuk itu,” ujarnya saat pembukaan.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi keislaman dan kemuhammadiyahan, leadership, wawasan kebangsaan, serta praktik ibadah. Narasumber berasal dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Majelis Pendidikan Kader, dan tokoh akademik UMMAD. Peserta juga wajib mengikuti outbound, diskusi kelompok, dan malam bina iman dan takwa.
Ketua Panitia, Dr. Muhammad Syarifuddin, M.Sos. menjelaskan bahwa sistem penilaian dilakukan secara ketat. “Ada pre test, post test, keaktifan, dan penilaian sikap. Hanya peserta yang lulus seluruh rangkaian yang mendapat sertifikat sebagai syarat mengikuti yudisium,” jelasnya.
Salah satu peserta, M. Zainul Mukarobin dari Prodi Ilmu Komunikasi, mengaku mendapat banyak wawasan baru.
“Awalnya saya kira hanya formalitas. Ternyata materinya daging semua. Jadi lebih paham arah perjuangan Muhammadiyah dan bagaimana jadi sarjana yang berkemajuan,” katanya.
Baitul Arqom merupakan program pengkaderan tingkat dasar di lingkungan Muhammadiyah. Di UMMAD, kegiatan ini telah diwajibkan sejak 2023 bagi mahasiswa yang akan lulus. Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, seluruh peserta resmi menyandang predikat kader Muhammadiyah dan berhak mengikuti proses yudisium dan wisuda.
Reporter: Ahmadinejad Hilmi.PH








