LAMONGAN lintasjatimnews – Dalam kegiatan Aksi Bergizi 2026 di SMP Negeri 1 Pucuk, para murid perempuan mendapatkan penyuluhan kesehatan yang komprehensif yang bertajuk “Anemia? No Way! – Jaga Darahku, Tingkatkan Prestasiku” yang disampaikan oleh Alzha Adila Harisna, S.Gz, Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Materi ini menekankan bahwa kesehatan darah memiliki peran penting dalam menunjang prestasi belajar sekaligus menentukan kualitas generasi di masa depan.
Narasumber menegaskan bahwa anemia pada remaja putri bukan sekadar masalah kesehatan ringan, tetapi berdampak langsung pada kualitas belajar dan masa depan generasi. Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) rendah sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh berkurang.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini sering dialami remaja putri dan ditandai dengan gejala seperti mudah lelah, lesu, pusing, wajah pucat, serta sulit berkonsentrasi saat belajar. Dampaknya tidak hanya menurunkan semangat dan prestasi belajar, tetapi juga berisiko jangka panjang, terutama ketika remaja putri kelak menjadi ibu yang dapat memengaruhi kesehatan anak, termasuk risiko stunting.
Lebih lanjut, dipaparkan bahwa penyebab anemia pada remaja antara lain kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan tidak sarapan, serta kehilangan darah saat menstruasi tanpa diimbangi gizi yang cukup. Oleh karena itu, pencegahan anemia harus dilakukan secara konsisten melalui kebiasaan hidup sehat, seperti rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) satu kali setiap minggu, mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging, hati, ikan, telur, dan sayuran hijau, serta mengimbangi dengan asupan vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari konsumsi teh atau kopi setelah makan dan membiasakan sarapan sehat setiap hari.
Materi ini juga diperkaya dengan edukasi pencegahan stunting melalui konsep ABCD, sebagai bekal pengetahuan jangka panjang bagi para murid. Konsep tersebut meliputi: A (Aktif minum TTD) sebagai langkah awal menjaga kesehatan remaja putri; B (Bumil periksa kehamilan minimal 6 kali) sebagai edukasi penting untuk masa depan; C (Cukup konsumsi protein hewani) guna mendukung pertumbuhan optimal; dan D (Datang ke Posyandu setiap bulan) sebagai upaya pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Melalui penyuluhan ini, para murid tidak hanya diajak memahami bahaya anemia, tetapi juga didorong untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Dengan menjaga kadar hemoglobin tetap normal dan menerapkan pola hidup bergizi seimbang, diharapkan mereka mampu meningkatkan konsentrasi belajar, meraih prestasi yang lebih baik, serta menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari risiko anemia maupun stunting di masa depan.
Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Aksi Bergizi 2026 di SMP Negeri 1 Pucuk. Diawali kegiatan Senam “Anak Indonesia Hebat” dan Senam Aksi Bergizi, dilanjutkan pemeriksaan Hb terhadap 50 murid Perempuan. Setelah sesi penyuluhan, dilakukan aksi Bersama mengonsumsi tablet tambah darah dan makan bersama menu MBG.
Kontributor: M. Said









