Rayakan Nasi Boran Jadi WBTb, Pemkab Lamongan Gelar Boran Agung

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Boran Agung sebagai bentuk syukur atas ditetapkannya Nasi Boran sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Kegiatan ini bertempat di depan halaman Masjid Agung Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.447 porsi Nasi Boran dibagikan kepada masyarakat,

Acara dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Ia menyampaikan bahwa pengakuan Nasi Boran sebagai WBTb menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lamongan sekaligus momentum untuk terus melestarikan kuliner khas daerah.

“Hari ini kita syukuran, nazar karena Nasi Boranan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nusantara. Jadi selain Soto dan Wingko, kali ini Nasi Boran sebagai milik masyarakat Lamongan. Semoga bermanfaat, bismillahirrahmanirrahim Boran Agung dengan nasi sebanyak 1.447 bungkus saya nyatakan dimulai,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Pembagian ribuan porsi Nasi Boran tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Sejak pagi, warga mulai memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan sekaligus menikmati sajian kuliner tradisional yang telah menjadi ikon Lamongan tersebut.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada Kepala Desa Sumberejo. Desa tersebut dikenal sebagai sentra boranan di Kabupaten Lamongan dan dinilai berkontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan serta keaslian Nasi Boran.

Sekretaris Daerah Lamongan, Moh. Nalikan, menyampaikan bahwa kegiatan Boran Agung direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan. Hal ini sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Tentu kami atas petunjuk Pak Bupati untuk dapatnya nanti akan kita lakukan setiap tahun, kita laksanakan kegiatan semacam ini yakni nguri-uri budaya yang terus akan kita lakukan, sehingga seluruh anak keturunan kita tetap mencintai Nasi Boranan,” ungkapnya.

Dengan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Nasi Boran diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun berkomitmen untuk terus mengangkat potensi kuliner daerah sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata.

Reporter Fathurrahim Syuhadi