SURABAYA lintasjatimnews – Dalam kehidupan seorang Muslim, keimanan bukan sekadar pengakuan lisan atau teori di kepala. Iman menuntut pembuktian lewat amal dan keteguhan dalam menjalani perintah Allah meskipun berat bagi hawa nafsu.
Salah satu ujian keimanan yang nyata adalah melaksanakan shalat Shubuh dan Isya secara berjamaah di masjid.
Kenapa dua waktu shalat ini disebut sebagai ujian keimanan? Karena keduanya berada pada waktu yang paling sulit.
Shalat Isya dilakukan saat tubuh mulai lelah setelah aktivitas seharian, sementara Shalat Shubuh berada pada waktu manusia masih sangat mengantuk dan nyaman dalam tidur.
Maka, hanya orang-orang yang imannya hidup yang mampu bangkit dari rasa malas dan menunaikan perintah Allah pada waktu-waktu tersebut secara berjamaah di rumah-Nya.
Beratnya Shalat Shubuh dan Isya bagi Orang Munafik
Rasulullah memberikan penjelasan yang sangat gamblang tentang kondisi hati manusia terhadap dua shalat ini “Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Shubuh. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini sangat jelas menunjukkan bahwa orang munafikyakni mereka yang berpura-pura beriman akan merasa berat melaksanakan shalat berjamaah di masjid, terutama saat Isya dan Subuh.
Mengapa? Karena tidak ada dorongan iman yang cukup dalam hatinya untuk mengalahkan rasa lelah dan kantuk.
Sebaliknya, orang yang benar-benar beriman akan menjadikan waktu-waktu tersebut sebagai ladang kebaikan. Mereka akan memaksa diri, melawan hawa nafsu dan rasa nyaman, karena mereka sadar bahwa ridha Allah jauh lebih besar daripada nikmat tidur atau santai di rumah.
Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid
Shalat berjamaah bukan hanya soal kehadiran fisik, tapi juga soal pembuktian cinta kepada Allah. Rasulullah bersabda Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh lima derajat (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan bahkan dua puluh tujuh derajat. Keutamaan ini menjadi motivasi besar bagi orang-orang beriman untuk senantiasa hadir ke masjid, bukan hanya saat Jumat atau Ramadhan, tapi setiap hari—terutama Isya dan Subuh.
Keutamaan lainnya, Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah, maka seolah-olah dia telah shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat Shubuh berjamaah, maka seolah-olah dia telah shalat semalam suntuk (HR. Muslim)
Bayangkan, hanya dengan dua kali hadir di masjid, kita mendapatkan pahala seolah-olah telah menghabiskan semalam penuh untuk beribadah. Ini adalah karunia besar yang sayangnya sering terlewat oleh banyak orang.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









