LAMONGAN lintasjatimnews.com – Sebanyak 133 dosen dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Baitul Arqom (BA) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Kamis–Jumat (26–27/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Budi Utomo lantai 3 Gedung UMLA ini mengusung tema “Peneguhan Ideologi untuk Dakwah Persyarikatan Muhammadiyah.”
Rektor UMLA, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes, menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan bagian penting dari proses penguatan ideologi bagi seluruh sivitas akademika.
“Baitul Arqom adalah bagian dari proses peneguhan ideologi. Ini penting agar dosen dan tenaga kependidikan memahami arah gerak Persyarikatan dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam tugas profesionalnya,” ujarnya.
Menurutnya, melalui Baitul Arqom akan terbangun pemahaman yang kokoh tentang peran dosen dan tendik dalam mendukung rencana strategis (renstra) lima tahunan UMLA. Ia menyebutkan, dalam setiap periode lima tahun, UMLA melakukan proses percepatan yang terukur dan berkelanjutan.
“Kita sedang dalam proses akselerasi sebagai perguruan tinggi yang relatif baru. Target kita pada 2027 adalah meraih akreditasi unggul dan memiliki Fakultas Kedokteran. Semua itu membutuhkan kekuatan ideologi dan spiritualitas yang terjaga,” tegasnya.
Baitul Arqom juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas ibadah, sekaligus peneguhan komitmen dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan nyata dalam kehidupan kampus.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan KH Shodikin MPd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen UMLA dalam membangun kultur ideologis yang kuat. Materi tentang Kepribadian Muhammadiyah turut menjadi bagian penting dalam pembekalan peserta.
“Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan ini kita buka dan harus ditindaklanjuti dengan komitmen nyata. UMLA harus melangkah menuju global university dengan tetap berakar pada nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan institusi tidak cukup hanya dengan capaian akademik, tetapi harus dibarengi dengan penguatan karakter dan militansi dakwah.
KH Shodikin juga menyampaikan inspirasi kepada peserta dari kisah perjuangan DR Ali Thaher Parashong seorang aktifis Muhammadiyah yang berangkat dari anak yatim. Atas kesungguhannya menempuh pendidikan di lembaga pendidikan Muhammadiyah sampai menjadi aktifis, ia mampu menjadi Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Rektor UM Tangerang dan anggota DPR RI. Dari kisah itu, ia menekankan pentingnya integritas, pengorbanan, dan dakwah melalui keteladanan.
“Dengan terselenggaranya Baitul Arqom ini, kita berharap seluruh sivitas akademika semakin solid, ideologis, dan siap mengawal proses akselerasi menuju perguruan tinggi unggul yang berkemajuan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Lamongan ini
Kegiatan Baitul Arqom ini dikelola oleh tim Insteuktur; dari MPKSDI PDM Lamongan dengan MoT Imam Ghozali
“Ia berharap agar peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga pendidik ini secara sungguh sungguh mengikuti Baitul Arqom. Kemudian melakukan RTL [Rencana Tindak Lanjut],” pungkas mantan komisioner KPU ini.
Reporter : Fathurrahim Syuhadi








