SURABAYA lintasjatimnews – Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat (BPC.Perhumas) Surabaya Raya resmi membuka rangkaian kegiatan Webinar PR Connect 2026 yang diikuti oleh dua ratusan lebih peserta secara daring, terdiri dari praktisi humas, akademisi, mahasiswa, hingga pelajar dari berbagai institusi di Jawa Timur. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Lebih dari sekadar forum profesional, PR Connect 2026 dirancang sebagai ruang edukatif untuk memperkuat literasi komunikasi publik di kalangan generasi muda. Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, kemampuan memahami strategi komunikasi, mengelola reputasi digital, serta membangun kolaborasi menjadi kompetensi esensial yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang akan memasuki dunia profesional.
Pada pekan pertama, BPC Perhumas Surabaya Raya menghadirkan Dr. Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A, Direktur Humas, Informasi Publik dan Protokoler UNESA sebagai pemateri yang mengangkat tema “From Communication to Collaboration: Transformasi Humas dalam Ekosistem Digital”. Vinda menegaskan bahwa peran Public Relations (PR) telah berevolusi menjadi fungsi strategis yang mengelola reputasi melalui pendekatan kolaboratif.
“Transformasi humas tidak hanya tentang teknologi, tetapi tentang perubahan cara berpikir. Generasi muda perlu memahami bahwa komunikasi hari ini menuntut kolaborasi, konsistensi narasi, serta kemampuan membaca dinamika publik secara kritis. Kolaborasi adalah kekuatan baru reputasi,” ujar Vinda.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan komunikasi berbasis data dan integrasi berbagai kanal digital sebagai fondasi membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan. Contoh di lapangan yang diambil dari beberapa kasus krisis komunikasi di berbagai institusi di Indonesia juga turut dipaparkan pada audiens.

Ketua BPC Perhumas Surabaya Raya, Indriani Siswati dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperluas akses pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa. Sekaligus sebagai langkah nyata penerapan “Indonesia Bicara baik” dalam ruang digital.
“PR Connect kami desain sebagai ruang belajar terbuka. Kami ingin mahasiswa dan pelajar tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga memperoleh perspektif praktis dari para profesional. Literasi komunikasi publik adalah bekal penting agar generasi muda agar mampu menjadi komunikator yang bertanggung jawab dan beretika di ruang digital,” ungkapnya.
Keterlibatan aktif pelajar dan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kompetensi komunikasi sebagai modal masa depan. Melalui PR Connect 2026, Perhumas tidak hanya memperkuat kapasitas profesional praktisi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi muda yang adaptif, kritis, dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Webinar PR Connect 2026 akan berlangsung selama empat pekan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai BPC Perhumas yang ada di wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator penguatan literasi komunikasi publik serta pengembangan jejaring profesional yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Didukung oleh berbagai mitra strategis, antara lain Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ADPIM Jawa Timur, PT Merdeka Copper Gold Tbk, S2 Media & Komunikasi Universitas Airlangga, Jatim Park Group, dan Cempaka Foundation, webinar ini juga melibatkan sejumlah media partner seperti LKBN Antara Jatim, Times Indonesia, Berita Jatim, LPU RRI Surabaya, Klik Madura, Madura Holic, Malang Posco Media, Karimata Fm, LintasJatimNews, dan 101.3 Mfm.
Reporter: ahmadh








