SURABAYA lintasjatimnews – Pergantian tahun sering kali dipahami sekadar perubahan angka dalam kalender. Padahal bagi seorang Muslim, bergantinya tahun sejatinya adalah momen muhasabah: sudah sejauh mana hidup ini diarahkan untuk mencari rida Allah.
Tahun boleh berganti, zaman boleh berubah, tetapi tujuan hidup seorang Mukmin tetap satu, yakni beribadah dan mendekat kepada-Nya.
Tahun 2026 hadir membawa lembaran waktu yang masih bersih. Setiap detik di dalamnya adalah amanah, sekaligus kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Ia menjadi saksi, apakah hari-hari kita dipenuhi amal saleh atau justru terbuang dalam kelalaian.
Karena itu, awal tahun seharusnya tidak hanya diisi dengan harapan duniawi, tetapi juga tekad ruhani untuk meningkatkan kualitas iman dan amal.
Allah Swt. mengingatkan manusia agar tidak menyia-nyiakan waktu. Dalam firman-Nya disampaikan “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Ayat ini menegaskan bahwa waktu selalu berjalan membawa potensi kerugian, kecuali bagi mereka yang mengisinya dengan iman dan amal saleh. Maka, tahun baru bukan alasan untuk lalai, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen berbuat kebaikan, sekecil apa pun.
Rasulullah Saw juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu sebelum datang masa penyesalan
Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Al-Hakim)
Hadis ini seolah menasihati kita di awal tahun agar tidak menunda amal. Sehat, sempat, dan kesempatan yang ada di awal 2026 adalah modal berharga untuk mendekat kepada Allah melalui ibadah, kerja yang jujur, serta pelayanan terbaik kepada sesama.
Buya Hamka dalam renungan hikmahnya pernah menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada panjangnya umur, melainkan pada keberkahan umur itu sendiri.
Menurut beliau, hidup yang bernilai adalah hidup yang memberi arti, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, serta selalu terhubung dengan Allah dalam setiap langkah.
Maka, selamat beraktivitas di awal tahun. Mari kita songsong 2026 dengan hati yang bersyukur, niat yang lurus, dan amal terbaik. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan perlindungan oleh Allah Swt., serta dimudahkan untuk menjemput rida-Nya di setiap detik kehidupan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









