Gelar Sedekah Bumi Sendang Prupuh Air Mata Duyung

Listen to this article

GRESIK lintasjatimnews – Kearifan lokal yang melibatkan masyarakat setempat ikut serta melindungi dan mengembangkan nya dari masa ke masa.

Berbagai bentuk kegiatan yang menjadi salah satu tradisi di suatu daerah diantaranya, Kirab Desa, Kirab Budaya/Pagelaran Seni dan Budaya, Sedekah Bumi

Masyarakat Dusun Prupuh Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik setiap tahunnya mengadakan sedekah bumi di Sendang (Mata Air) Air Mata Duyung sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas melimpah nya air dari Sendang yang selama ini menjadi sumber kehidupan dan kemakmuran masyarakat terutama Dusun Prupuh.

Menurut kepercayaan dari masyarakat sedekah bumi Sendang Air Mata Duyung harus lah di hari Senin Pon (pasaran hari Jawa) Tidak bisa di gantikan dengan hari lain.(08/09/25).

Paguyuban Pekerja Malaysia (PPM) secara rutin ikut berpartisipasi dalam sedekah bumi tersebut Masyarakat yang sangat antusias di acara itu tercermin dalam jumlah tumpeng yang kurang lebih ada dua ratusan.

Di rangkaian acara ada udik-udi’an (Jawa) yaitu menaburkan uang logam yang di perebutkan oleh orang banyak.
Uang yang di taburkan mencapai tiga juta bahkan bisa lebih.

Muhammad Sampurno,S.Sos, M.M.Camat Panceng di dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat harus cerdas dalam menggunakan media jangan sampai mudah di provokas.

Mushollin, Kepala Desa Prupuh di kesempatan itu menceritakan cikal bakal dari Sendang Air Mata Duyung dan menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dengan penghijauan supaya debet air di Sendang bisa maksimal.

Mari guyub rukun kita jaga bumi Prupuh supaya bisa meningkatkan kesejahteraan bersama dan bisa mencapai Swasembada Pangan Nasional yang menjadi salah satu Asa cita Presiden Indonesia Prabowo Subianto, jelas Mushollin.

Acara dihadiri oleh Kap.Inf. Ahmad Salami, Danramil Panceng, Iptu Nasuka Kapolsek Panceng, Edi Purwono KRPH Panceng, H.Moh.Sonhaji, S.E. Ketua AKD Panceng, Kades se kecamatan Panceng bersama ibu-ibu PKK dan Paguyuban Perempuan Hebat (P2H).

Acara di tutup dengan membaca doa bersama.

Reporter: Sri K