Khutbah Idul Fitri Menjaga Keberkahan dengan Istiqomah

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews.com – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kebomlati Plumpang adakan Sholat Idul Fitri 1445 H kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, Rabu (10/4/2024)

Imam serta Khotib dari Korps Mubaligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban Drs KH Mukhid MAg, dalam khutbahnya Ustadz Mukhid menyampaikan, hari ini adalah hari kemenangan, Idul Fitri setelah sebulan penuh kita berpuasa beribadah dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Namun, perjuangan kita belum berakhir. Ibarat pertandingan sepak bola, kemenangan di final belum menjamin kita menjadi juara.

Begitu pula dengan Idul Fitri, “ini adalah awal untuk mempertahankan kemenangan dan keberkahan Ramadan di sisa sebelas bulan mendatang,” terang Mukhid

Bagaimana caranya ? Rasulullah SAW mengajarkan kita tentang istiqomah, yaitu konsisten dan teguh pendirian dalam menjalankan kebaikan. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk istiqomah, yang seringkali didoakan oleh Rasulullah,

Pertama, memohon keteguhan hati, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berdoa, “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi). Hati adalah pemimpin anggota tubuh lainnya. Jika hati kita mantap, mudah bagi kita untuk istiqomah.

Kedua, berusaha ikhlas dalam ibadah, Allah SWT hanya menerima amal yang dikerjakan karena mengharap ridho-Nya semata. Ikhlas ini perlu terus kita jaga dan pupuk agar ibadah kita tidak terputus.

Ketiga, Ketua PCM Rengel tersebut melanjutkan yakni, iktiba atau mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Rasulullah adalah teladan terbaik dalam segala hal. Beliau Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun tidak meninggalkan amalan-amalan sunnah walaupun sedang tidak di bulan Ramadan, seperti shalat dhuha, shalat malam, dan sedekah.

Keempat, rutin beramal walaupun sedikit. Amalan yang sedikit namun istiqomah lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak namun tidak berkelanjutan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kelima, mencari teman yang baik, teman shalih. Lingkungan yang baik akan mendorong kita untuk berbuat kebaikan. Pilihlah teman yang shalih yang bisa saling mengingatkan dan menguatkan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Keenam, puasa sunnah di bulan Syawal selama enam hari. Puasa Syawal melengkapi dan menyempurnakan ibadah puasa Ramadan. Keutamaan puasa Syawal disebutkan dalam hadis riwayat Muslim, “Barang siapa yang berpuasa Ramadan dan dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa seumur hidupnya.”

Di akhir khutbahnya Tenaga pendidik di MAN Rengel Tuban menekankan, marilah kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk meningkatkan istiqomah dalam beribadah. Dengan istiqomah, kita bisa menjaga keberkahan Ramadan dan meraih ridho Allah SWT di dunia dan akhirat.

Reporter : Qomari