Bulan Ramadan 1445 Hijriah Sebagai Momentum Upgrade Firmware Diri

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com – Bulan Ramadan 1445 Hijriah sebagai momentum upgrade firmware diri. Hal ini disampaikan Ayu Dian Ningtias SH MH Dekan Fakultas Hukum Univeristas Islam Lamongan (Unisla), Jumat (15/3/2024)

Ayu Dian Ningtias SH MH mengungkapkan bulan suci Ramadhan menjadi momen yang paling dinanti dan dirindukan oleh umat muslim Begitu istimewanya bulan suci ini, bahkan hanya menantikannya saja sudah bernilai ganjaran terbebas api neraka. “Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikit pun oleh api neraka.” (HR. an-Nasa’i).

Aktifis perempuan Lamongan ini ini mengungkapkan, subhanallah walhamdu lillah, begitu mulia dan istimewa sekali muatan bulan Ramadhan. Sehingga perasaan gembira, pikiran suka ria dalam menyambut kedatangannya pun, kita akan memperoleh ganjaran pahala kebahagiaan yang tiada terkira yakni dihindarkan dan dilindungi dari siksa api neraka.

Lanjutnya, perlu diingat bahwa esensial keistimewaan bulan Ramadhan bersifat subjektif dan bervariasi bagi setiap individu. Dikarenakan beberapa individu masih menganggap bulan Ramadhan hanya sebagai tradisi rutinitas religius semata. Sungguh mereka adalah individu yang merugi, ibarat orang yang melewatkan ghanimah (harta rampasan perang) yang tidak ternilai harganya.

Ayu Dian Ningtias yang berkarier menjadi dosen sejak 2013 menjelaskan bahwa bulan Ramadhan ini sebagai momentum upgrade dan update firmware diri kita, Firmware adalah salah satu jenis perangkat lunak (software) yang dipasang menyatu pada perangkat keras (hardware), pada manusia firmware adalah Qalbu, hati nurani yang menjadi pusat diri manusia yang ada di dalam jiwa (software) yang dipasang menyatu pada raga (hardware).

“Manusia memiliki aspek psikis dan fisik, fisik manusia merupakan bagian dari anggota lahirnya atau anggota badanya secara biologis, sedangkan sisi psikis atau jiwa yang memiliki nilai-nilai kadar kemanusiaan. Kadar dan nilai kemanusiaan pada sistem organisasi psikis manusia itu, bersumber pada qolbu,” ujar Penyuluh Subdit. Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat (ACLC) KPK RI

Ditambahkan Ayu Dian Ningtias bahwa bulan Ramadhan yang dirancang sebagai sahrutarbiyah (bulan pendidikan) agar mampu mengupgrade secara signifikan keimanan kaum muslim. Namun sebagian Umat Islam masih terjebak pada formalisme ibadah, yang diciptakannya sendiri.

“Orientasi ibadah sekedar untuk menggugurkan kewajiban dan berpartisipasi meramaikan suasana bulan suci yang penuh suka cita. Artinya hasil pendidikan itu belum benar-benar menyentuh pada level substansi perintah Ilahi, yaitu melahirkan pribadi yang bertaqwa,” ungkap Auditor Certifled Forensic Auditor (CFrA), Subdit Firensik Digital Bareskrim Polri 2023-2025

Bendahara Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Lamongan Performa perangkat pun meningkat apabila menggunakan firmware yang sudah di-update. Selain itu, firmware tersebutlah yang berguna untuk memperbaiki kesalahan pada sistem hardware atau software. Ini lah mengapa bulan Ramadhan adalah sebuah proses yang disebut dengan “Ibadah-ibadah hati”.

Lebih lanjut Ayu Dian Ningtias mengatakan ibadah-ibadah zahir memang sangat penting dan menentukan bagi keselamatan manusia di dunia dan di akherat, namun demikian ibadah-ibadah zahir tersebut harus dibangun di atas ibadah hati yang benar dan sempurna.

“Jadi ketika keimanan mendasari dalam ibadah berarti terbukalah pintu-pintu tasawuf dalam diri manusia dan untuk merasakan nikmatnya sehingga dapat melakukan ibadah dan segala amal baik yang akan menyelamatkan manusia di dunia dan akherat,” tegas Penyuluh Subdit. Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat (ACLC) KPK RI

Perempuan yang fokus keilmuan pada Filsafat Hukum, Hukum Pidana, Hukum Telematika, Hukum Perlindungan Anak dan Hukum Pidana Narkotika mengungkapkan tidak usah heran pada pribadi yang hatinya bersih, ditimpa apapun dalam hidup ini, tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati.

“Ia amat yakin dengan janji Allah ‘laa yukallifuu nafsan illaa wus’aha (Al Baqarah, 2:286) Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh Nya,” ujar perempuan yang fokus keilmuan pada Filsafat Hukum, Hukum Pidana, Hukum Telematika, Hukum Perlindungan Anak dan Hukum Pidana Narkotika

Dengan demikian, jelas Ayu Dian Ningtias sungguh beruntung seorang muslim yang bisa menjadikan ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kesucian diri. Dengan predikat keberuntungan tersebut mengantarkan menjadi muslim yang Kaffah total serta Rahmat keberkahan bagi kemanusiaan

“Semoga Allah selalu memberikan keberkahan kepada kita berupa keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, serta hati yang tunduk dan mengikuti petunjuk Allah Swt,” pungkas Candidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini.

Reporter Fathurrahim Syuhadi