PONOROGO lintasjatimnews – Dr. Arin Setiyowati, MA., dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur periode 2026–2030. Penetapan dilakukan melalui musyawarah 11 formatur dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Ahad (18/10/2026).
Terpilihnya Arin menjadi awal kepemimpinan baru organisasi perempuan muda Muhammadiyah di Jawa Timur untuk empat tahun mendatang. Ia sebelumnya aktif sebagai Sekretaris Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Usai terpilih, Arin mengajak seluruh kader untuk bersama-sama membangun organisasi yang inklusif, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari ajak bersama merawat kapal besar NA Jawa Timur menjadi rumah yang ramah untuk kita semua, serta memberikan solusi untuk umat dan bangsa,” ajaknya.
Menurut Arin, pengalaman kepemimpinan sebelumnya menjadi modal untuk memperkuat gerakan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur agar semakin berdampak. Kebersamaan seluruh kader diperlukan untuk menjalankan program dan memperluas kontribusi organisasi bagi umat dan bangsa.
Usung Lima Pilar Gerakan
Arin mengusung visi menjadikan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur sebagai rumah gerakan perempuan muda berkemajuan yang sehat, tanggap, berdaulat, dan berdiaspora menuju peradaban berkelanjutan.
Visi tersebut dijabarkan dalam lima pilar misi.
Pertama, Nasyiah Jatim Berkemajuan, yakni memperkuat ideologi, dakwah, dan kaderisasi Islam yang mencerahkan dari tingkat ranting hingga wilayah.
Kedua, Nasyiah Jatim Sehat, dengan memperluas gerakan kesehatan fisik, mental, dan reproduksi, perlindungan perempuan dan anak, serta membangun budaya organisasi yang profesional.
Ketiga, Nasyiah Jatim Tanggap, melalui peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, perubahan iklim, dan persoalan sosial dengan pendampingan kader yang responsif.
Keempat, Nasyiah Jatim Berdaulat, dengan memperkuat kemandirian ekonomi, tata kelola data, dan akuntabilitas lembaga.
Kelima, Nasyiah Jatim Berdiaspora, yakni membangun jejaring kader lintas generasi dan sektor agar identitas serta kiprah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur semakin dikenal di ruang yang lebih luas.
Kelima pilar tersebut menjadi arah gerakan untuk memperkuat peran perempuan muda dalam dakwah, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, kemandirian ekonomi, serta pembangunan jejaring kolaborasi.
Berpengalaman dalam Kaderisasi
Arin lahir di Bojonegoro pada Februari 1990. Selain berprofesi sebagai dosen, ia berdomisili di Buduran, Sidoarjo. Jenjang kaderisasi terakhir yang telah diselesaikannya adalah Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) III.
Latar belakang akademik dan pengalamannya dalam organisasi Muhammadiyah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan persyarikatan.
Melalui kepemimpinan periode 2026–2030, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat kaderisasi, dakwah, pemberdayaan perempuan muda, serta kolaborasi lintas sektor.
Dengan semangat kebersamaan, organisasi ini diharapkan terus menjadi ruang bertumbuh bagi kader perempuan muda sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.
Daftar 11 Formatur PWNA Jawa Timur
Berdasarkan hasil pemilihan yang diberitakan, berikut 11 formatur Musywil XIII PWNA Jawa Timur beserta perolehan suaranya:
Dr. Arin Setiyowati — 356 suara
Maharina Novia Zahro, M.I.Kom. — 341 suara
Zahrotul Janah — 322 suara
Hervina Emzulia, M.Pd. — 321 suara
Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd. — 293 suara
Daviqa Sukmawati, S.Psi., Gr. — 291 suara
Vebrina Reza Wulansari, S.P., M.P. — 279 suara
Nur Aini Azizah, S.Sos. — 272 suara
Vivid Rohmaniyah, M.Pd. — 270 suara
Fazat Azizah, S.Sy., M.H. — 267 suara
Mamluatul Faizah Muarrofah, S.Pd.I. — 241 suara
Kesebelas formatur tersebut menjadi bagian dari proses penetapan kepemimpinan PWNA Jawa Timur periode 2026–2030 melalui musyawarah.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi









