Tangan kotor semen, nyali baja: Sertu Budi terjun total dorong angkong di jurangjero kidul, “kami ada untuk rakyat!”

Listen to this article

SRAGEN lintasjatimnews – Semangat membara tanpa kenal lelah kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI di garis terdepan. Di tengah terik matahari dan peluh yang membasahi raga, Babinsa Desa Jurangjero Koramil 02/Karangmalang, Sertu Budi, membuktikan bahwa jiwa korsa dan pengabdian kepada rakyat bukan sekedar slogan. Bersama rekan prajurit dan ratusan warga, ia terjun habis-habisan dalam karya bakti pembuatan talud jalan di Dukuh Jurangjero Kidul, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (14/10/2026).

Sejak pagi, lokasi pembangunan mendadak bergemuruh oleh semangat gotong royong yang luar biasa. Tak ada jarak antara aparat dan Masyarakat, semuanya melebur menjadi satu. Pemandangan paling menyita perhatian tersaji ketika Sertu Budi tanpa sedikit pun rasa canggung atau risi dengan seragam lorengnya dengan sigap dan bertenaga penuh mendorong angkong (kereta sorong) yang sarat dengan muatan adukan semen, pasir, dan batu belah.

Aksi “turun tangan dan urat leher tegang” sang Babinsa ini sontak membakar adrenalin warga yang hadir. Gelora kerja bakti langsung memuncak, membuat cangkul, sekop, dan angkong berkejaran merampungkan struktur penguat jalan tersebut dengan kecepatan penuh.
Pembuatan talud jalan ini bukan sekedar proyek fisik biasa, melainkan urat nadi pertahanan dan keselamatan ekonomi warga Dukuh Jurangjero Kidul. Di musim hujan yang kerap mengancam, talud kokoh ini menjadi benteng utama pelindung badan jalan dari gerusan longsor sekaligus memastikan mobilitas distribusi hasil bumi warga tetap lancar jaya tanpa hambatan.

“Bagi kami, prajurit TNI adalah anak kandung rakyat. Sudah kewajiban moral kami untuk berdiri di garis terdepan, merasakan peluhnya warga, dan merontokkan segala kesulitan di wilayah binaan. Kalau rakyat berjuang membangun desanya, maka TNI wajib hadir paling depan untuk mendorong dan memikul beban itu bersama-sama!” seru Sertu Budi di sela-sela kegiatan.

(Agus Kemplu)