Ketenangan Tidak Selalu Datang Ketika Masalah Selesai

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Setiap manusia tentu pernah berharap agar masalah dalam hidupnya segera berakhir. Ketika menghadapi kesulitan, kita sering berdoa, “Ya Allah, hilangkanlah masalah ini.” Doa tersebut tentu baik. Namun, ada doa yang tidak kalah penting: memohon kepada Allah agar diberikan kesabaran, keteguhan hati, kekuatan, dan kemampuan untuk menghadapi setiap persoalan.

Sebab, ketenangan tidak selalu datang ketika masalah selesai. Kadang masalah masih ada, tetapi hati menjadi lebih kuat karena kita belajar percaya kepada Allah.

Allah Swt. berfirman “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa sumber ketenangan hati bukan semata-mata keadaan yang bebas dari masalah. Ketenangan sejati berhubungan dengan kedekatan hati kepada Allah. Seseorang mungkin sedang menghadapi persoalan berat, tetapi ketika hatinya bersandar kepada Allah, ia tetap mampu menjalani hidup dengan tenang.

Rasulullah saw. juga mengajarkan bahwa keadaan seorang mukmin selalu memiliki nilai kebaikan. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw. bersabda bahwa perkara seorang mukmin itu menakjubkan. Ketika memperoleh kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Ketika mendapatkan kesusahan, ia bersabar dan itu pun baik baginya.

Hadis tersebut mengajarkan bahwa persoalan hidup tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang menghancurkan. Kesulitan dapat menjadi ruang untuk belajar sabar. Kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri. Kehilangan dapat mengajarkan keikhlasan. Bahkan penantian dapat melatih kita untuk semakin percaya kepada ketentuan Allah.

Karena itu, jangan hanya berdoa agar masalah segera hilang. Berdoalah “Ya Allah, jika masalah ini belum Engkau hilangkan, kuatkanlah hatiku untuk menghadapinya. Berikan aku kesabaran ketika menunggu, keteguhan ketika diuji, kejernihan ketika mengambil keputusan, dan keyakinan bahwa pertolongan-Mu selalu ada.”

Kita tidak selalu mampu memilih persoalan yang datang, tetapi kita dapat belajar memilih bagaimana menghadapinya. Kita boleh menangis, merasa lelah, dan mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja. Namun, jangan sampai kesulitan membuat kita kehilangan harapan kepada Allah.

Allah berfirman “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Mungkin hari ini masalah belum selesai. Mungkin jalan keluar belum terlihat. Namun, bukan berarti Allah meninggalkan kita. Bisa jadi Allah sedang membentuk hati agar lebih dewasa, lebih sabar, dan lebih dekat kepada-Nya.

Pergi ke taman memetik melati,
Harumnya semerbak di pagi hari.
Jika ujian belum berhenti,
Percayalah Allah menguatkan hati.

Pada akhirnya, ketenangan bukan selalu tentang hilangnya masalah. Ketenangan adalah ketika hati mampu berkata, “Aku tidak tahu kapan persoalan ini selesai, tetapi aku percaya Allah tahu jalan terbaik untukku.”

Maka, teruslah berdoa. Bukan hanya agar beban diangkat, tetapi juga agar pundak kita dikuatkan. Bukan hanya agar jalan dimudahkan, tetapi agar langkah kita diteguhkan. Dan bukan hanya agar ujian segera berakhir, tetapi agar kita keluar dari ujian sebagai pribadi yang lebih sabar, lebih kuat, lebih bersyukur, dan semakin dekat kepada Allah.

Penulis Fathurrahim Syuhadi