LAMONGAN LintasJatimNews – Guna memperkuat pembentukan karakter religius peserta didik serta menyukseskan program daerah, SMP Negeri 1 Pucuk resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lamongan. Kerja sama ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penyelenggaraan Program Bimbingan Tahfiz dan Tilawah Al-Qur’an secara berkala di lingkungan SMP Negeri 1 Pucuk. Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan pada Selasa (8/9/2026).
Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Manis, S.Pd., M.Pd., menghadap Ketua LPTQ sekaligus Sekda Kabupaten Lamongan, Dr. Moh. Nalikan, M.M. Pertemuan ini difasilitasi oleh Bapak Makruf, Penyuluh Agama yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Maduran
Sebelum penandatanganan dokumen MoU dilakukan, Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, menyampaikan maksud dan tujuan dari jalinan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa SMP Negeri 1 Pucuk berkomitmen penuh menyukseskan Gerakan Lamongan Menghafal.
“Gerakan Lamongan Menghafal kami implementasikan di sekolah dalam bentuk penambahan 1 JP KBM khusus Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) serta pembinaan intensif menghafal Al-Qur’an (Tahfidzul Qur’an). Bahkan setiap tahun, murid-murid kami rutin diikutsertakan dalam ujian tahfiz dan wisuda tahfiz yang diselenggarakan oleh LPTQ Kabupaten Lamongan,” ujar Said.
Kerja sama dengan LPTQ Lamongan ini terasa kian strategis. Pasalnya, tahun ini SMP Negeri 1 Pucuk mendapat kepercayaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan untuk mewakili Kabupaten Lamongan dalam ajang Seleksi School Religious Culture (SRC) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Muhammad Said menjelaskan bahwa dalam ajang seleksi SRC tersebut, terdapat 34 indikator yang harus disiapkan bukti fisiknya. Salah satu indikator pentingnya adalah adanya kerja sama resmi (MoU) dengan pihak eksternal dalam pengembangan dan pembinaan keagamaan.
“Salah satu mitra eksternal utama kami adalah LPTQ Lamongan yang telah memiliki program masif Lamongan Menghafal. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memenuhi indikator penilaian SRC,” terangnya.
Kepada awak media, Said mengungkapkan optimisme dan kesiapan tim yang dibentuknya untuk memberikan hasil terbaik dalam penilaian ajang seleksi SRC Provinsi Jawa Timur tersebut.
SMP Negeri 1 Pucuk dikenal sebagai satuan pendidikan yang mengusung konsep Sekolah Religius, Ramah Anak, dan Ramah Lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi sekolah yang baru saja direview tahun pelaran ini: “Kokoh Beriman dan Berbudi Luhur, Cerdas Berilmu, Adaptif Berteknologi, Kolaboratif dalam Berkarya, serta Lestari Bersama Lingkungan.”
Untuk mewujudkan visi “Kokoh Beriman dan Berbudi Luhur”, SMP Negeri 1 Pucuk mentransformasikannya ke dalam program unggulan School Religious Culture (SRC).
“SRC bukan sekadar program pelengkap, melainkan ruh dan nafas kehidupan sekolah. Kami meyakini bahwa menumbuhkan karakter religius pada anak tidak cukup hanya dengan teori, tetapi harus dihidupkan melalui pembiasaan sehari-hari,” jelas Said.
Di SMP Negeri 1 Pucuk, suasana religius dihadirkan setiap hari. Pagi hari murid-murid dan GTK hadir di sekolah disambut lanutunan ayat-ayat Al-Qur’an. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran murid-murud diajak memnjatkan doa serta melantunkan Asmaul Husna. Mulai tahun Pelajaran 2026/2027 ini sebagai jam kokurikuler diimplemetasikan dalam kegitan shalat dhuhah berjamaah, murojaah dan bina iman, takwa, dan akhlak mulia.
Selain itu, literasi Al-Qur’an siswa terus dikuatkan melalui pembinaan Tahfidzul Qur’an dan penambahan 1 JP KBM BTQ. Sisi empati dan kepedulian sosial peserta didik juga ditumbuhkan melalui aksi nyata Jumat Berkah dan Berbagi, pengelolaan serta pentasarufan Zakat Fitrah, hingga penyembelihan dan pentasarufan hewan kurban bagi wali murid yang sangat membutuhkan.
Mengakhiri keterangannya, Said menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Kemenag Kabupaten Lamongan atas amanah yang diberikan.
“Kepercayaan ini adalah bukti nyata dari kebersamaan seluruh warga sekolah, komite, dan orang tua murid. Bismillahi tawakaltu ‘alallah, laa haula walaa quwwata illaa billah, kebersamaan dan ikhtiar ini siap kami baktikan untuk mewujudkan pendidikan yang beradab, berkemajuan, dan unggul,” pungkasnya.
Kontributor: M. Said









