Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Kehidupan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ada masa ketika seseorang merasa kuat, namun ada pula saat hati begitu lelah, rapuh, dan kehilangan arah. Ujian kehidupan datang silih berganti, mengguncang diri hingga seseorang merasa seperti debu yang terbawa angin tanpa mengetahui ke mana akan bersinggah.

Ada suatu masa ketika persoalan keluarga menjadi ujian tersendiri. Orang-orang terdekat yang sangat dicintai terkadang menjadi beban ketika kita tidak mampu membimbing dan membina mereka dengan baik. Padahal, keluarga merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Kehidupan juga mengajarkan tentang perpisahan. Akan tiba waktunya orang-orang yang kita cintai pergi mendahului. Saat itu, air mata mungkin mengalir deras, sementara kenangan kebersamaan menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Begitu pula dengan waktu. Detik demi detik yang sedang berlalu hari ini suatu saat akan menjadi kenangan. Apa yang dahulu kita anggap biasa, kelak mungkin menjadi sesuatu yang sangat ingin kita ulangi. Namun, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Karena itu, setiap waktu merupakan amanah yang harus dijaga. Jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat manusia lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Ketika hati mulai merasa jenuh dan langkah terasa berat, manusia membutuhkan pegangan. Al-Qur’an merupakan petunjuk yang dapat menjadi penerang dalam perjalanan kehidupan. Demikian pula doa, shalat Dhuha, ibadah malam, taubat, dan sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Kematian merupakan kepastian yang akan datang kepada setiap manusia. Ketika ajal tiba, harta, jabatan, popularitas, dan kekuasaan tidak akan mampu menundanya. Yang akan menemani hanyalah amal dan keadaan hati ketika menghadap Allah.

Oleh sebab itu, selagi kesempatan masih diberikan, hendaknya manusia memperbanyak amal kebaikan. Bacalah Al-Qur’an, hidupkan malam dengan ibadah, segera bertaubat ketika melakukan kesalahan, dan bersedekahlah sesuai kemampuan.

Sedekah tidak harus menunggu kaya. Demikian pula taubat tidak boleh ditunda hanya karena merasa dosa terlalu banyak. Selama kesempatan masih ada, pintu ampunan Allah hendaknya segera diketuk.

Yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan hati. Jauhkan diri dari kedengkian, kesombongan, kebencian, keserakahan, serta kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Pada akhirnya, manusia akan meninggalkan seluruh yang dimilikinya. Dunia hanyalah tempat persinggahan, sedangkan akhirat merupakan tempat kembali.

Maka ketika hati merasa lelah, jangan hanya mencari ketenangan kepada dunia. Kembalilah kepada Allah. Jika langkah terasa berat, tetaplah menuju kebaikan. Jika hati terasa kering, dekatilah Al-Qur’an. Jika doa belum terjawab, teruslah mengetuk pintu-Nya.

Jika langkah terasa berat, tetaplah melangkah menuju kebaikan. Jika hati terasa kering, dekatilah Al-Qur’an. Jika doa belum mendapatkan jawaban, teruslah mengetuk pintu-Nya. Jika dosa terasa begitu banyak, jangan berhenti bertaubat.

Sebab hati yang tenang bukanlah hati yang tidak pernah mendapatkan ujian, melainkan hati yang selalu kembali kepada Allah setiap kali ujian datang.

Duhai hati yang sedang letih, jangan terlalu lama tenggelam dalam dunia. Sebelum perjalanan ini berakhir, pulanglah kepada Allah.

Penulis Fathurrahim Syuhadi