Rumah Puguh hampir Rampung, Anggota Satgas TMMD bersama Masyarakat Fokus Selesaikan teras Rumah

Listen to this article

LINTASJATIMNEWS PONOROGO – Suasana gotong royong tampak mewarnai pembangunan rumah milik Puguh (58), warga Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, yang menjadi salah satu sasaran program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo Tahun 2026. Sejak pagi, anggota Satgas TMMD bersama warga sekitar dan keluarga Puguh bekerja bahu membahu menyelesaikan pembangunan rumah yang saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Para pekerja terlihat fokus mengerjakan bagian teras rumah sebagai tahap akhir sebelum bangunan tersebut dapat digunakan sepenuhnya oleh pemiliknya.(10/8/26)

Pembangunan rumah Puguh mendapat perhatian tersendiri dari Satgas TMMD karena pelaksanaannya tidak lagi sebatas rehabilitasi rumah tidak layak huni sebagaimana rencana awal. Setelah dilakukan pembongkaran, sebagian besar material rumah lama diketahui sudah tidak layak digunakan kembali sehingga pembangunan harus dilakukan hampir dari awal. Kondisi tersebut membuat pekerjaan menjadi lebih besar, namun tidak mengurangi semangat anggota Satgas TMMD dan masyarakat untuk menyelesaikannya tepat waktu. Kehadiran warga lingkungan Dukuh Bulu yang secara sukarela turut membantu pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mempercepat progres pembangunan rumah tersebut.

Sutris (68), kakak kandung Puguh yang tinggal di Dukuh Ngipik, Desa Bulu Lor, mengaku hampir setiap hari datang ke lokasi untuk membantu proses pembangunan rumah adiknya. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi hal penting karena kondisi rumah yang sebelumnya ditempati Puguh memang sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

“Kami ini sepuluh bersaudara, sekarang tinggal delapan orang, itu pun ada yang tinggal di luar kabupaten dan luar Jawa. Kami sekeluarga saling mendukung, yang kebetulan adik kami Puguh ini rumahnya benar-benar memprihatinkan. Kami bersyukur rumah Puguh dibangun bapak-bapak TNI, ya kami membantu semampu kami. Kemungkinan nanti hari Rabu semuanya sudah selesai,” ujar Sutris saat ditemui di lokasi pembangunan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan keluarga dalam proses pembangunan bukan hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama anggota keluarga. Dengan adanya bantuan dari Satgas TMMD dan masyarakat sekitar, beban yang selama ini dirasakan Puguh menjadi jauh lebih ringan. Sutris berharap rumah baru tersebut nantinya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi adiknya untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Di lapangan, anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo terus bekerja bersama masyarakat Dukuh Bulu untuk menuntaskan berbagai sasaran fisik yang telah diprogramkan. Pembangunan rumah milik Puguh menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Selain membantu penyediaan hunian yang layak, kegiatan tersebut juga memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan.

Program TMMD ke-129 tidak hanya berfokus pada sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur dan rumah warga, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat Desa Bulu Lor. Melalui penyuluhan, edukasi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, TMMD diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 95 persen, rumah milik Puguh diperkirakan segera selesai dalam beberapa hari ke depan. Keberhasilan pembangunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Satgas TMMD, keluarga penerima manfaat, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama proses pembangunan juga menjadi gambaran kuat bahwa TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi turut membangun kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

(pam)