KH Abdul Hamid Muhanan, Lc : Mensyukuri Nikmat Allah atas Kemerdekaan RI

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Nikmat Allah Subhanahu wataala harus senantiasa disyukuri dalam setiap keadaan, termasuk nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan bangsa Indonesia selama 81 tahun. Rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan mengisi kemerdekaan melalui kebaikan, kejujuran, dan amal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan KH Abdul Hamid Muhanan Lc dalam Pengajian Surga [Subuh Bersama Keluarga] PRM Babat Tengah kecamatan Babat, Ahad (9/8/2026).

Dalam tausiyahnya, KH Abdul Hamid mengingatkan bahwa manusia memiliki banyak nikmat yang sering kali tidak disadari. Karena itu, sudah seharusnya setiap muslim memperbanyak rasa syukur kepada Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya.

“Syukur kepada Allah atas segala rahmat-Nya. Kita juga harus bersyukur kepada orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kita,” pesannya.

Menurutnya, syukur merupakan sikap penting dalam kehidupan. Nikmat yang diterima manusia, baik berupa kesehatan, keluarga, keamanan maupun kehidupan dalam suasana merdeka, harus menjadi alasan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt

Dalam momentum menyambut 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, KH Abdul Hamid mengajak jamaah untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan. Generasi sekarang perlu mengetahui sejarah dan memahami bagaimana beratnya perjuangan para pendahulu bangsa dalam menghadapi kekejaman penjajahan.

“Sejauh mana kita merasakan kekejaman penjajahan yang dialami bangsa Indonesia? Untuk itu generasi muda harus mengetahui sejarah perjuangan bangsa,” ungkap Penasehat PCM Babat ini

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial. Kemerdekaan harus diisi dengan rasa syukur yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, memperkuat moral, bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjauhkan diri dari kebohongan.

KH Abdul Hamid juga mengingatkan bahaya kebohongan. Ia mengutip pembahasan Buya Hamka dalam bukunya tentang kebohongan di dunia, bahwa berbagai kebohongan pada akhirnya akan terbongkar.

Peringatan kemerdekaan, lanjutnya, harus menjadi momentum memperbaiki diri dan membangun bangsa dengan kejujuran.

Ia juga mengingatkan QS An-Nahl ayat 105 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah adalah mereka yang membuat kebohongan.

Karena itu, menurut KH Abdul Hamid, mensyukuri kemerdekaan harus dibuktikan dengan menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Isi kemerdekaan dengan syukur, kebaikan dan kejujuran. Jangan sampai kemerdekaan justru diisi dengan berbagai perilaku yang merusak moral bangsa,” pungkasnya.

Reporter Fathurrahim Syuhadi