Lulusan Doktor Kesmas FKM UNAIR Kembangkan Hospital Without Walls dari Rumah Sakit Daerah

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Lulusan Program Doktor Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. dr. Supriyanto, Sp.B., FINACS., M.Kes., berhasil mengembangkan konsep “Hospital Without Walls” atau HWW sebagai model pelayanan kesehatan terintegrasi yang berawal dari rumah sakit daerah.

Konsep tersebut diterapkan dan dikembangkan ketika Dr. dr. Supriyanto memimpin RSUD dr. Iskak Tulungagung. Melalui HWW, pelayanan rumah sakit tidak hanya diberikan di dalam gedung, tetapi juga mencakup pelayanan prarumah sakit, pelayanan di rumah sakit, rujukan antarfasilitas kesehatan, hingga pelayanan pascarumah sakit.

Model HWW ini lahir dari keresahan atas tingginya angka kematian akibat lemahnya respons pra-rumah sakit hingga antarrumah sakit. Selama ini, pelayanan kesehatan dinilai terlalu berpusat pada gedung rumah sakit.

Dr. Supriyanto menawarkan pendekatan baru di mana rumah sakit bukan lagi pusat layanan yang terisolasi, melainkan bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Model ini mengintegrasikan seluruh lini pelayanan dalam satu sistem yang berkesinambungan dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Salah satu unsur penting dalam penerapan HWW di RSUD dr. Iskak adalah “Public Safety Centre” atau PSC.

Sistem ini menghubungkan masyarakat dengan petugas penerima panggilan, tenaga medis, ambulans, Puskesmas, rumah sakit, dan pemerintah daerah dalam penanganan kegawatdaruratan.

Sistem tersebut memungkinkan pasien darurat dan non-darurat dipilah sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Temuan penelitian menegaskan bahwa efektivitas sistem darurat bukan semata bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan pada manajemen dan tata kelola.

Kepemimpinan yang kuat di fasilitas kesehatan terbukti mampu meningkatkan kesiapan sumber daya dan memperkuat koordinasi, sehingga layanan lebih “accessible”, “affordable”, dan “equal”.

Melalui penelitian itu, Dr. dr. Supriyanto mengusulkan agar model HWW diterapkan secara bertahap di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Implementasinya perlu disesuaikan dengan kesiapan regulasi, sumber daya manusia, teknologi informasi, dan kemampuan anggaran masing-masing daerah.

Kini menjabat sebagai Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Supriyanto berkomitmen membawa model HWW ke tingkat nasional.

Konsep ini sebelumnya sukses diterapkan di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan meraih pengakuan internasional, termasuk Gold Award pada Bionexo Excellence Award for Corporate Social Responsibility dari International Hospital Federation pada 2019.

Keberhasilan penerapan HWW di Tulungagung kemudian diangkat Dr. dr. Supriyanto dalam penelitian doktornya di Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM UNAIR.

Perjalanan dari memimpin rumah sakit daerah hingga rumah sakit rujukan nasional tersebut menunjukkan kontribusi nyata lulusan Doktor Kesehatan Masyarakat FKM UNAIR dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang inovatif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kiprahnya juga membuktikan bahwa inovasi besar tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit pusat. Melalui kepemimpinan yang kuat dan keberanian menerapkan konsep baru, rumah sakit daerah dapat melahirkan model pelayanan yang memperoleh pengakuan internasional serta berpotensi diterapkan secara lebih luas di Indonesia.

Reporter: Winarto