BOKONEGORO lintasjatimnews – Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menegaskan bahwa perkaderan harus menjadi budaya yang terus hidup dalam organisasi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Jaya Melati I yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Bojonegoro bertempat di MIM 12 Sumuragung Sumberrejo,
Menurut Fathurrahim Syuhadi, Jaya Melati I merupakan model perkaderan resmi Hizbul Wathan yang dirancang untuk mencetak calon pembina di setiap qobilah. Keberadaan pembina yang kompeten menjadi kebutuhan yang sangat mendesak agar proses pendidikan kepanduan di tingkat qobilah dapat berjalan secara optimal.
“Perkaderan tidak boleh hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi budaya organisasi. Dengan budaya perkaderan yang kuat, regenerasi kepemimpinan dan pembinaan di Hizbul Wathan akan terus terjaga,” ungkapnya
Penulis Buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur ini menjelaskan, saat ini jumlah pelatih dan pembina lulusan Jaya Melati I masih jauh dari kebutuhan. Rasio antara jumlah peserta didik dengan pelatih di banyak qobilah dinilai belum seimbang sehingga memerlukan percepatan kaderisasi.
Karena itu, ia menilai penyelenggaraan Pelatihan Jaya Melati I oleh Kwarda HW Bojonegoro merupakan momentum yang sangat strategis. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kwarda Bojonegoro dalam menjadikan perkaderan sebagai program prioritas untuk memperkuat organisasi di masa depan.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kwarda Hizbul Wathan Bojonegoro yang telah menyelenggarakan Jaya Melati I ini. Semoga menjadi awal yang baik untuk melahirkan kader-kader pembina yang tangguh dan berkomitmen mengembangkan Hizbul Wathan di setiap qobilah,” ungkap jurnalis ini
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, sinergi antara persyarikatan dengan Hizbul Wathan menjadi modal penting dalam memperkuat sistem perkaderan di lingkungan Muhammadiyah.
Pembukaan Pelatihan Jaya Melati I juga dihadiri sejumlah tokoh senior Hizbul Wathan. Di antaranya Ramanda Sadullah (80 tahun) pernah menjabat sebagai Ketua Kwarda HW Bojonegoro periode 2002-2023 setelah Ramanda A Syarwani. Kehadiran tokoh senior tersebut menjadi inspirasi sekaligus bukti kesinambungan perjuangan kader Hizbul Wathan dari generasi ke generasi.
“Kehadiran Ramanda Sadullah tokoh senior tersebut menjadi inspirasi sekaligus bukti kesinambungan perjuangan kader Hizbul Wathan dari generasi ke generas,” pungkasnya
Redaksi









