Jangan Pernah Meremehkan Kebaikan Sekecil Apa Pun

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Sering kali kita merasa bingung ketika ingin berbuat baik. Kita berpikir bahwa kebaikan harus berupa sesuatu yang besar, membutuhkan harta yang melimpah, atau menunggu waktu yang tepat. Padahal, Allah Swt telah membukakan begitu banyak pintu amal saleh yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Tak perlu bingung tentang kebaikan apa yang bisa kita lakukan. Sebab karunia Allah begitu luas dan tak pernah habis. Setiap nikmat yang diberikan-Nya sesungguhnya adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Ada yang dianugerahi rezeki berlimpah. Maka, gunakanlah sebagian harta itu untuk bersedekah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, membangun masjid, atau mendukung dakwah dan pendidikan. Harta yang disedekahkan tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Sebaliknya, Allah menjanjikan keberkahan dan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar berbagi.

Namun, jika belum memiliki kelapangan harta, jangan merasa tidak mampu berbuat baik. Allah telah memberikan mulut dan lidah yang dapat digunakan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, mengajarkan ilmu, menghibur hati yang sedang sedih, atau sekadar mengucapkan salam dan menebarkan senyum kepada sesama. Bukankah Rasulullah Saw mengajarkan bahwa senyum kepada saudara adalah sedekah?

Kita juga memiliki sepasang kaki yang dapat melangkah menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah, menghadiri majelis ilmu, menjenguk orang sakit, atau mengunjungi kerabat demi menjaga tali silaturahmi. Setiap langkah menuju kebaikan akan dicatat sebagai pahala oleh Allah Swt

Begitu pula dengan kedua tangan yang kita miliki. Tangan dapat digunakan untuk menolong orang lain, bekerja mencari nafkah yang halal, menulis ilmu yang bermanfaat, atau menciptakan karya yang menginspirasi. Di era digital saat ini, jari-jari kita pun menjadi bagian dari amanah. Gunakanlah untuk menyebarkan ilmu, dakwah, motivasi, dan kabar yang benar, bukan untuk menyebarkan fitnah, kebencian, atau berita yang belum jelas kebenarannya.

Sesungguhnya, hampir setiap nikmat yang Allah berikan dapat menjadi ladang pahala apabila digunakan di jalan yang diridhai-Nya. Mata untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, telinga untuk mendengarkan nasihat yang baik, pikiran untuk merenungkan ayat-ayat-Nya, dan hati untuk menumbuhkan rasa syukur serta kasih sayang kepada sesama.

Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bisa jadi, amal yang menurut kita sederhana justru menjadi amalan yang paling dicintai Allah. Sebuah senyuman yang tulus, menyingkirkan batu dari jalan, memberi tempat duduk kepada orang yang membutuhkan, atau mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya, semuanya memiliki nilai yang besar di sisi Allah.

Sebaliknya, berhati-hatilah terhadap dosa-dosa yang dianggap remeh. Jagalah lisan agar tidak menyakiti, jagalah tangan agar tidak berbuat zalim, dan jagalah hati agar tidak dipenuhi iri, dengki, serta kesombongan. Sebab dosa yang kecil, jika terus dilakukan tanpa penyesalan, dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

Marilah kita menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, jangan menunggu pintar untuk berbagi ilmu, dan jangan menunggu sempurna untuk berbuat baik. Lakukanlah kebaikan sesuai kemampuan yang Allah titipkan kepada kita. Sebab kita tidak pernah tahu amal yang mana yang akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kita dan dimudahkan langkah menuju surga-Nya.

Allah Swt berfirman “maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-Baqarah [2]: 148)

Penulis Fathurrahim Syuhadi