LAMONGAN lintasjatimnews – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kandangsemangkon Paciran juara 1 Aisyiyah Award 2026 yang di selenggarakan oleh Pimpian Daerah Aisyiyah Lamongan dalam rangka Milad ‘Aisyiyah ke 109. Dengan puncak acara Tabligh Akbar yang di laksanakan, Ahad (26/7/2026) mulai pukul 07.00 Wib – selesai. Kegiatan bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Keberhasilan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kandangsemangkon (Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan) meraih Juara 1 ‘Aisyiyah Award 2026 kategori sosial dan humaniora merupakan wujud apresiasi atas tata kelola organisasi yang unggul, inovatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Kandangsemangkon
Prestasi tingkat Daerah ini diraih berkat pemenuhan kriteria penilaian ‘Aisyiyah Award yang mencakup keaktifan persyarikatan, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi program dakwah.
Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kandangsemangkon periode saat ini dipimpin oleh Ibu ‘Aatufah (sebagai Ketua) dengan Sekretaris Ibu Muthmainah, S.Ag.
Berikut adalah pandangan, pesan, dan sikap mendasar dari Ketua PR ‘Aisyiyah Kandangsemangkon beserta jajaran pimpinannya terkait raihan Juara 1 ‘Aisyiyah Award 2026 Kategori Sosial dan Humaniora:
“Prestasi ini merupakan karunia dan pertolongan dari Allah SWT, sekaligus bentuk apresiasi atas kerja keras, keikhlasan, dan gotong royong seluruh kader ‘Aisyiyah, warga pimpinan, serta partisipasi aktif masyarakat pesisir Kandangsemangkon.”
Keberhasilan ini dipandang bukan sebagai pencapaian individu pimpinan, melainkan buah dari gerakan kolektif-fungsional seluruh anggota ranting dan ortom (seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah).
“Juara ‘Aisyiyah Award bukanlah puncak dari perjuangan, melainkan amanah dan beban tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghadirkan kemanfaatan nyata di masyarakat.”
Pimpinan menekankan pentingnya menjaga konsistensi (istiqomah) agar program-program sosial-humaniora seperti pendampingan kepedulian dhuafa, dan penanganan masalah sosial tetap berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti setelah ajang penghargaan selesai.
“Dakwah ‘Aisyiyah di Kandangsemangkon harus menyentuh hati dan menjawab kebutuhan riil warga mulai dari ruang aman bagi perempuan dan anak, penguatan ekonomi keluarga, hingga kepedulian kemanusiaan bagi kelompok dhuafa.”
Ketua dan pengurus berprinsip bahwa gerakan sosial dan humaniora harus inklusif, ramah kearifan lokal, serta senantiasa menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang mencerahkan dan memberdayakan
“Ranting yang hidup adalah ranting yang mampu melahirkan kader-kader penerus. Sinergi dengan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) dan Angkatan Muda Muhammadiyah adalah kunci agar gerakan kepedulian sosial ini terus relevan menjawab tantangan zaman.”
Sinergi erat antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kandangsemangkon dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kandangsemangkon merupakan kunci utama tercapainya prestasi Juara 1 ‘Aisyiyah Award 2026 Kategori Sosial dan Humaniora
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kandangsemankon M Mahmud, M.Pd.I memberikan apresiasi atas pencapaian ‘Aisyiyah adalah kebanggaan bersama Persyarikatan. Ke depan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kandangsemangkon harus semakin solid dan beriringan dalam menggerakkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di desa kita
Lanjutnya, PRM berharap prestasi ini mempererat kerja sama lintas ortom (Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, hingga Ikatan Pelajar Muhammadiyah) agar setiap program sosial tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi sebagai satu kekuatan ranting yang utuh.
“Penghargaan adalah bonus, namun hadirnya kemanfaatan yang konsisten untuk warga pesisir adalah inti gerakan kita,” ujar penulis produktif ini
Ditambahkan Mahmud berharap keberhasilan di bidang Sosial dan Humaniora ini benar-benar berdampak jangka panjang mulai dari makin terentaskannya kemiskinan warga nelayan, makin kuatnya ketahanan keluarga, hingga terciptanya lingkungan Pesisir Kandangsemangkon yang aman, ramah anak, dan sejahtera.
Guru MIN Kawistolegi ini mengungkapkan Kandangsemangkon telah membuktikan bahwa ranting di tingkat desa/pesisir mampu berprestasi dan menjadi contoh di tingkat nasional.
Untuk itu, PRM berharap model tata kelola organisasi, gerakan filantropi, dan aksi kemanusiaan yang dijalankan PRA Kandangsemangkon bisa menjadi rujukan (role model) dan memotivasi ranting-ranting Muhammadiyah/’Aisyiyah lainnya, khususnya di kawasan Pantura dan Kabupaten Lamongan
Ditambahkan Mahmud, PRM berharap raihan penghargaan ini menjadi magnet bagi generasi muda di Desa Kandangsemangkon untuk aktif berorganisasi, sehingga melahirkan kader-kader penerus yang memiliki kepedulian sosial tinggi, berwawasan luas, dan berakhlak mulia.
“Gerakan ini tidak boleh berhenti di satu periode kepengurusan. Kaderisasi adalah urat nadi Persyarikatan,” pungkasnya
Reporter Fathurrahim Syuhadi









