KH Abdul Hamid Muhanan Lc : Persatuan Jadi Kunci Perubahan dan Kebangkitan Umat Islam

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Pengajian JUMPA (Jumat Pagi) yang digelar di Masjid At-Taqwa Babat menghadirkan KH Abdul Hamid Muhanan, Lc sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema tentang kebangkitan umat Islam dan pentingnya persatuan sebagai fondasi membangun bangsa yang lebih baik, Jumat (24/7/2026).

Pengajian yang dihadiri sekitar 300 jamaah ini diawali dengan pembacaan hamdalah sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt serta shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Suasana pengajian berlangsung khidmat dengan antusiasme jamaah yang memadati masjid.

Pada awal ceramahnya, KH Abdul Hamid Muhanan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Drs. H. Bambang Widyo Santoso, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, yang meninggal dunia saat mengikuti rapat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Babat pada Kamis (23/7/2026).

“Kepergian beliau sangat mengejutkan. Sehari-hari beliau dikenal dalam keadaan sehat dan tetap aktif menjalankan amanah organisasi. Semoga Allah Swt mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Selanjutnya, KH Abdul Hamid menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia. Menurutnya, kondisi yang penuh dengan berbagai persoalan tersebut tidak lepas dari melemahnya persatuan di kalangan umat Islam.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Menurutnya, pada usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun ini, seluruh elemen bangsa harus mengisinya dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas ibadah, bekerja keras, serta menjaga kerukunan demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan bermartabat.

KH Abdul Hamid menegaskan bahwa umat Islam akan kembali berjaya apabila mampu menguatkan ukhuwah, memperkokoh persatuan, serta kembali menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kesempatan itu, KH Abdul Hamid juga menyampaikan lima hal yang harus dijaga agar kehidupan sebuah negara menjadi lebih baik. Pertama, ulama harus menjalankan fungsinya sebagai pembimbing umat dan penjaga nilai-nilai agama. Kedua, para pejabat harus menjalankan amanah dengan adil dan bertanggung jawab. Ketiga, rakyat harus memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa. Keempat, para pedagang harus menjunjung tinggi kejujuran dalam menjalankan usaha. Kelima, para karyawan harus membiasakan diri bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, apabila lima unsur tersebut berjalan sesuai perannya masing-masing, maka kehidupan masyarakat akan lebih harmonis, perekonomian akan tumbuh, dan bangsa akan menjadi kuat.

Pengajian JUMPA yang rutin diselenggarakan setiap Jumat pagi di Masjid At-Taqwa Babat ini menjadi salah satu wadah pembinaan keislaman bagi masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di wilayah Babat dan sekitarnya. Tausiyah yang disampaikan KH Abdul Hamid Muhanan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan keimanan, serta berkontribusi positif dalam membangun bangsa.

Reporter Fathurrahim Syuhadi