BOJONEGORO lintasjatimnews – Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro, genap berumur 44 Tahun, sejak didirikan 06 Juli 1982. Rabu (22 Juli 2026) dirayakan meriah di Kafe Bucu, Trucuk.
Hadir dalam perhelatan Wabup Nurul Azizah, menjadi keynote speaker dalam sarasehan yang dipandu seniman gaek Arieyoko. Dengan nara sumber Widodo Basuki dari Majalah Jayabaya. Serta Kukuh Setya Wibawa dari Majalah Penyebar Semangat. Ke dua media berbahasa Jawa ini, terbit dari Surabaya.
Tema sarasehan selain “Menelaah Posisi Sastra Jawa, Saat Kini”. Juga bedah buku dan teknik menembus media cetak.
Nurul Azizah mengakui betapa sangat pentingnya peran Sastra Jawa, saat ini. Ditengah melesatnya kemajuan zaman dan teknologi.
“Sastra Jawa memiliki peran kuat dan penting dalam perkembangan budi serta pekerti kita. Khususnya anak-anak,” tegasnya yang berkemeja putih lengkap selendang pendek sebagai asesorisnya.
Karena itulah, Ia berharap PSJB dapat menyusun kurikulum muatan lokal Sastra Jawa. “Khususnya untuk murid SD dan SMP di Bojonegoro,” harapnya.
Jika memang sudah tersusun materinya, lanjut Nurul, diminta agar dilakukan pembaruan atau revisi. Dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan memfasilitasi lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Keinginan, dorongan dan harapan Wakil Bupati ini, disambut gembira oleh PSJB. “Kami segera menyiapkan muatan lokal itu, Bu,” tanggap Nono Warnono yang kini menjabat sebagai Ketua PSJB. Ia menggantikan JFX Hoery, dua bulan silam.
Dalam sarasehan, Widodo Basuki menyorot pentingnya generasi muda lebih memperhatikan penulisan Sastra Jawa secara baku.
“Jangan terpikat menggunakan mesin AI dalam berkarya. Itu sama saja mematikan kreatifitas menulis,” pesannya.
Sementara Kukuh Setya Wibawa menegaskan, penulis Sastra Jawa tak boleh lekang mundur oleh zaman.
“Banyak naskah penulis muda terkirim ke Penyebar Semangat, saya menyeleksinya penuh hati-hati. Terutama pada tema, alur, metafora dan ejaan yang digunakan,” katanya.
Acara PSJB kian marak tampilnya para pembaca gurit dari siswi SD dan SMP. Termasuk Aming Aminoedin (Surabaya) serta Dhanu Priyo Prabowo (Yogyakarta).
Acara ulang tahun PSJB kali ini, sangat beda dengan ditandatanginya sebuah Prasasti berisi tiga hal.
Prasasti PSJB 2026
1.Sastra Jawa harus dilestarikan, diajarkan dan diperjuangkan untuk perkembangannya.
2.Sastra Jawa sebagai bagian sejarah NKRI memiliki nilai luhur sepanjang masa.
3.Sastra Jawa harus dialihgenerasikan kepada Gen Z dan seterusnya sepanjang zaman.
Reporter: ahmadh









