Bamus Betawi Gerebek Alamat “Fiktif” Gerakan Pemuda Betawi Jaya di Cilandak

Listen to this article

JAKARTA lintasjatimnews – Polemik internal di tubuh organisasi masyarakat Betawi kembali memanas. Namun kali ini, bukan sekadar perang wacana di media sosial. Pengurus Badan Musyawarah (Bamus) Betawi turun langsung ke lapangan untuk membongkar apa yang mereka sebut sebagai “rekayasa politik” melalui pengecekan fisik terhadap klaim keberadaan “Gerakan Pemuda Betawi Jaya”. Hasilnya ? Mengecewakan.

Alamat yang diklaim sebagai markas besar ternyata hanyalah deretan rumah kosong, toko bayi, hingga kafe biasa.

Pada Sabtu (11/7/2026), sebuah konvoi besar yang mewakili berbagai elemen kekuatan Bamus Betawi—mulai dari Kembang Latar, Bang Japar, Fakta, Portal Satu Komando, FORKABI H.Ghoni 1 Komando, Kebap, Kopi Jakarta, Gercap, SWJ, Kita, hingga jajaran pengurus inti—berbondong-bondong menyerbu lokasi di Jalan Intan Nomor 1–5, RT 07/RW 02, Kelurahan Cilandak Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Misi mereka tunggal dan jelas: Membongkar kebenaran atau kebohongan di balik klaim sekretariat Gerakan Pemuda Betawi Jaya.

Namun, fakta di lapangan justru menampar keras narasi yang dibangun oleh pihak yang mengatasnamakan gerakan tersebut. Jejak organisasi itu nihil.

Jejak Hilang di Deretan Rumah Kosong

Supri, Ketua Kembang Latar DKI Jakarta sekaligus pengurus BPH Bamus Betawi, memimpin langsung operasi penelusuran ini. Dengan teliti, rombongan memeriksa satu per satu nomor alamat yang tercantum dalam dokumen klaim pihak lawan. Temuan di lapangan sangat mencurigakan dan jauh dari kesan sebuah kantor organisasi:

  • Nomor 1: Lahan kosong melompong, tak ada bangunan apalagi plang nama.
  • Nomor 2: Rumah kosong yang hanya dijaga oleh seorang penjaga, tanpa aktivitas organisasi.
  • Nomor 3A: Rumah kos biasa, dihuni warga sipil.
  • Nomor 3B: Toko perlengkapan bayi, bukan kantor sekretariat.
  • Nomor 4: Rumah tinggal warga biasa.
  • Nomor 5: Sebuah kafe yang sedang beroperasi untuk umum.

“Bahkan setelah kami tanya ke penghuni dan pengelola di sini, tidak ada satu pun yang tahu soal organisasi bernama Gerakan Pemuda Betawi Jaya,” tegas Supri kepada wartawan di lokasi, dengan nada kesal namun tegas.

Klaim fiktif ini semakin diperkuat oleh keterangan otoritas setempat. Ketua RT 007/RW 02, Hj. Saliyah, saat ditemui di rumahnya, dengan lantang menyatakan bahwa alamat tersebut adalah hoaks murni.

“Itu hoax. Belum pernah ada laporan atau pendaftaran keberadaannya ke RT,” ujar Hj. Saliyah singkat namun menohok, menutup celah bagi pihak yang mengaku memiliki basis massa di wilayah tersebut.

Bamus Betawi: Kami Solid, Siap Lawan dengan Jalur Hukum

Menanggapi temuan memalukan ini, Bamus Betawi tidak tinggal diam. Mereka menilai adanya upaya sistematis dan terstruktur untuk mengganggu stabilitas organisasi melalui pembentukan entitas bayangan atau fiktif.

Farida, perwakilan BPH Bamus Betawi, menegaskan bahwa kondisi organisasi resmi yang dipimpin oleh Bang Riano P. Ahmad tetap kondusif, solid, dan berjalan normal. Ia menekankan bahwa seluruh agenda strategis bangsa dan budaya Betawi, mulai dari penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rapat Kerja Nasional, hingga persiapan Lebaran Betawi, terus bergulir tanpa hambatan dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

“Kami informasikan kepada seluruh warga Jakarta dan masyarakat Betawi bahwa Bamus Betawi saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Jangan terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan sumbernya tidak jelas,” seru Farida, mengajak masyarakat untuk tetap tenang.

Namun, ketegasan bukan berarti Bamus Betawi akan membiarkan pencemaran nama baik ini begitu saja. Iben Darto, tokoh BPH Bamus Betawi, mengumumkan langkah balasan yang serius dan terukur. Bamus Betawi siap menempuh jalur hukum penuh terhadap pihak-pihak yang dianggap telah melakukan penipuan publik dan mencemarkan nama baik organisasi.

“Kami akan melayangkan somasi dan membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum. Ini soal integritas dan nama baik organisasi yang sudah berdiri lama dan diakui negara,” ancam Iben dengan nada tinggi.

Dilema Somasi dan Strategi Hukum

Di balik ketegasan tersebut, terdapat tantangan teknis dalam proses hukum. Mengingat alamat dan tujuan dari “Gerakan Pemuda Betawi Jaya” yang tidak jelas serta bersifat fiktif, proses pengiriman somasi menjadi rumit.

Oleh karena itu, sambil terus mengumpulkan bukti-bukti lain berupa dokumentasi lapangan dan saksi-saksi kunci, BPH Bamus Betawi tetap berkomunikasi intensif dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bamus Betawi. Strategi hukum sedang dirajut agar jerat hukum dapat menjerat oknum-oknum dalang di balik gerakan hantu tersebut, meskipun wajah dan alamat resminya kabur.

Hingga berita ini diturunkan, ruang hening masih menyelimuti pihak yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Betawi Jaya. Tidak ada bantahan, klarifikasi, maupun tanggapan yang keluar dari kubu tersebut.

Keheningan ini meninggalkan pertanyaan besar di benak publik: Apakah gerakan ini memang nyata, atau sekadar bayang-bayang yang diciptakan untuk memecah belah persatuan orang Betawi ?

Reporter : Irma