Jelajahi Filosofi dan Arsitektur Kuno, Keluarga Besar MIM 1 Pangkatrejo Gelar Gathering Edukatif di Bandungan

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 Pangkatrejo, Lamongan, sukses menggelar kegiatan gathering ke kawasan Bandungan Semarang. Perjalanan ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan sebuah penjelajahan yang sarat akan makna spiritual, budaya, dan edukasi sejarah.

Rombongan berangkat dari Lamongan pada Sabtu malam pukul 21.30 WIB. Setelah menempuh perjalanan semalam, mereka tiba di Angkringan Ungaran pada Ahad subuh pukul 04.30 WIB untuk menunaikan ibadah salat subuh. Perjalanan dilanjutkan menuju RM Bintangan pukul 06.00 WIB untuk mandi dan sarapan bersama guna mengisi energi sebelum memulai petualangan.

Eksplorasi Kawasan Wisata Bandungan
Tepat pukul 07.30 WIB, rombongan langsung bergerak menuju pusat wisata di Bandungan. Beberapa destinasi ikonik berhasil dieksplorasi, mulai dari Alun-Alun Bandungan, Pasar Bunga, Taman Bunga Celosia, hingga kompleks bersejarah Candi Gedong Songo.

Awak media LintasJatimNews, M. Said, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar MIM 1 Pangkatrejo, turut menyertai perjalanan ini. Said bahkan menyempatkan diri menyusuri rute menanjak Candi Gedong Songo hingga mencapai titik tertinggi dengan menunggangi kuda yang dipandu oleh petugas khusus.

Filosofi Suci Candi Gedong Songo

Di Area Taman Epilog terdapat beberapa pilar. Berdasarakan informasi yang tertulis di pilar pilar tersebut dan cerota oleh pemandu juda selama dalam perjalanan menyusuti Gefong Songa, dapat informasi yang dangat berarti.

Berdasarkan tatanan kitab seni kuno Vastu-Silpa Sastra, pemilihan lokasi Candi Gedong Songo di lereng gunung dekat mata air melambangkan proses penyucian diri dalam keheningan. Peserta gathering belajar bahwa candi-candi di kompleks ini dibangun bertahap. Langkah kaki menanjak dari candi terbawah hingga puncak tertinggi merupakan simbol perjalanan suci jiwa manusia menuju kedewataan.

Arsitektur candi yang berdenah bujur sangkar kompak memperlihatkan harmoni mutlak antara manusia dan ekologi. Di sini, peserta disuguhi pengetahuan langka mengenai puncak candi berbentuk Akasa Lingga (lingga di langit). Struktur unik ini hanya ditemukan pada Candi III, IV, dan V, serta tidak ada di candi lain di Indonesia kecuali di Candi Prambanan dan Candi Ijo.

Menelusuri Detail Candi III dan IV
Memasuki area Candi III di ketinggian 1.298 mdpal, rombongan mengamati gugusan tiga bangunan: Candi Utama (menghadap Barat), Candi Perwara (pendamping), dan Candi Wahana. Keberadaan arca pelindung seperti Dewa Agastya, Dewa Ganesa, Dewi Durga, serta Mahakala dan Nadiswara menjadi bukti kekayaan sejarah spiritual masa lalu, dipercantik dengan relief medalion bermotif bunga teratai.

Petualangan mencapai puncaknya saat rombongan menembus ketinggian di atas 1.300 mdpal menuju Kompleks Candi IV. Kawasan ini terbagi menjadi dua kelompok:

Kelompok Utara: Terdiri dari empat bangunan, dua di antaranya telah dipugar dengan megah.

Kelompok Selatan: Menyimpan sejarah sembilan bangunan purbakala, di mana baru candi utamanya yang berhasil diselamatkan dan dipugar utuh.

Setelah puas mengeksplorasi dan mendapatkan banyak informasi sejarah, rombongan kembali bertolak menuju Lamongan. Di tengah perjalanan, rombongan kembali mampir di RM Bintangan untuk makan malam serta melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak qasar.

Melalui narasi petualangan ini, kegiatan gathering keluarga besar MIM 1 Pangkatrejo sukses menyatukan esensi kekuatan fisik, kebersamaan keluarga, edukasi arkeologi, serta tadabbur alam yang mendalam.

Reporter: M. Said