Nyadranan Jadi Perekat Kebersamaan, Babinsa Pilangkenceng Hadiri Bersih Desa Bersama Warga

Listen to this article

MADIUN lintasjatimnews – Tradisi Bersih Desa atau Nyadranan kembali menjadi momentum mempererat kebersamaan warga dengan berbagai elemen masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut, Babinsa Koramil 0803/10 Pilangkenceng, Serka Agus, turut hadir dan berbaur bersama warga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Kegiatan Bersih Desa (Nyadranan) dilaksanakan di wilayah binaan Koramil 0803/10 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, pada hari ini. Acara diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat yang secara turun-temurun melestarikan tradisi tersebut.

Serka Agus mengatakan bahwa Nyadranan bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan.

“Tradisi Nyadranan merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan meningkatkan persatuan warga,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan ziarah makam leluhur, serta berbagai rangkaian acara yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat. Warga tampak antusias mengikuti seluruh kegiatan dengan tetap menjaga suasana tertib, aman, dan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan Nyadranan ini, diharapkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal dapat terus terpelihara di tengah perkembangan zaman. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat menjadi wujud nyata sinergi dalam menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial di wilayah pedesaan.

(andik)