Talk Show Pendidikan bersama Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Talk Show Pendidikan bersama Wamen Dikdasmen Dr Fajar Riza Ul Haq, MA berlangsung hangat dan penuh gagasan konstruktif. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, tokoh pendidikan, Pimpinan Muhammadiyah, Aisyiyah serta para praktisi pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan

Bertempat di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan, berbagai persoalan pendidikan di lapangan disampaikan secara terbuka dengan harapan mampu menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan pendidikan nasional.

Talkshow ini diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Muhammadiyah. Kemudian sambutan PDM Lamongan.

Dalam sambutannya, KH Muntholib Sukandar menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Lamongan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran tokoh nasional yang lahir dari rahim Muhammadiyah dan memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, KH Muntholib Sukandar juga menyinggung pentingnya menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda. Ia menjelaskan makna lagu Indonesia Raya sebagai simbol persatuan, semangat perjuangan, dan eksistensi bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, pendidikan tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga harus memperkuat karakter kebangsaan dan cinta tanah air.

Lebih lanjut, wakil ketua PDM Lamongan ini memaparkan perkembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Lamongan yang terus tumbuh dan memberi kontribusi besar bagi masyarakat. Disebutkan bahwa dari sekitar empat ratus lembaga pendidikan yang ada, lebih dari dua ratus di antaranya dikelola oleh Muhammadiyah.

Hal ini menunjukkan besarnya peran Muhammadiyah dalam membangun pendidikan umat, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.

Sementara itu, dalam paparannya, Wamen Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa dirinya lahir dan tumbuh dari lingkungan Muhammadiyah. Ia pernah menjadi Ketua DPP IMM bidang kader. Saat ini dipercaya mengemban amanah di PP Muhammadiyah sebagai Ketua Lembaga Kebijakan dan Kebudayaan Sosial (LKKS). Ia juga dikenal luas sebagai Direktur Eksekutif di Maarif Institute,

Pengalaman panjang di organisasi Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan dan kebangsaan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi sarana membangun peradaban bangsa. Menurutnya, pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat, guru, dan peserta didik.

Karena itu, masukan dari daerah sangat diperlukan agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pada sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan pendidikan yang mereka hadapi.

Hanif Mansuri jurnalis dan anggota LHKP PDM Lamongan menyoroti persoalan revitalisasi pendidikan dan berbagai program yang dinilai masih diwarnai praktik tidak sehat. Ia mengungkapkan adanya oknum-oknum tertentu yang bermain fee dalam pelaksanaan program, sehingga menghambat terciptanya tata kelola pendidikan yang bersih dan profesional.

Selanjutnya, Ali Efendi Kepala SMPM 14 Paciran menyampaikan perlunya kemudahan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru-guru yang telah bersertifikasi melalui perguruan tinggi Muhammadiyah. Menurutnya, banyak guru memiliki pengalaman panjang dan kompetensi yang baik sehingga perlu mendapatkan akses yang lebih mudah dalam peningkatan kualifikasi akademik.

Ia juga menyampaikan persoalan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak melalui mekanisme “titipan” yang dapat menimbulkan ketidakadilan.

Sementara itu, Dyah Winartiningsih menyoroti penerimaan murid baru di sekolah negeri yang dinilai melampaui batas sehingga berdampak pada sekolah swasta, khususnya lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Selain itu, ia juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah memperhatikan nasib guru-guru madrasah, terutama terkait pengangkatan menjadi ASN maupun PPPK.

Talk show pendidikan tersebut berlangsung dinamis dan penuh semangat. Forum ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan para pelaku pendidikan agar mampu menghadirkan sistem pendidikan yang maju, berkeadilan, dan berkemajuan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Reporter Fathurrahim Syuhadi