LAMONGAN lintasjatimnews – Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen dan PNF) PDM Lamongan, Muhammad Said, SPd MPd menyerukan gerakan “Hijrah Kualitas” sebagai momentum transformasi pendidikan Muhammadiyah agar mampu keluar dari zona nyaman dan menjawab tantangan zaman, Selasa (16/6/2026)
Menurut Said, semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga sebagai perubahan menuju kualitas yang lebih baik dalam seluruh aspek pendidikan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Muhammadiyah dituntut terus melakukan inovasi dan pembaruan agar mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi perkembangan global.
“Momentum 1 Muharram harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk melakukan hijrah kualitas. Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, tetapi harus terus bergerak maju, berinovasi, dan bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan,” ujarnya
Ia menjelaskan bahwa fokus utama pengembangan pendidikan Muhammadiyah tahun ini adalah mengintegrasikan dua pilar utama, yakni ‘Ilmu yang Memajukan’ dan ‘Iman yang Mengakar’.
Konsep Ilmu yang Memajukan diwujudkan melalui penguatan literasi, adaptasi teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, serta pengembangan kurikulum yang dinamis sesuai kebutuhan zaman. Sementara itu, Iman yang Mengakar menjadi fondasi utama dalam membangun karakter, akhlak, dan integritas peserta didik di tengah derasnya arus informasi dan tantangan moral di era digital.
Melalui pendekatan “Bergerak Maju dengan Ilmu, Mengakar Kuat dengan Iman”, Muhammadiyah Lamongan berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan Muhammadiyah tidak cukup hanya mengejar prestasi akademis. Yang lebih penting adalah menanamkan karakter peradaban, membangun generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kekuatan spiritual dan moral,” tegas Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Lamongan ini
Selain pendidikan formal, Muhammad Said juga menyoroti pentingnya penguatan sektor Pendidikan Non-Formal (PNF) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, lembaga pendidikan non-formal memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan daya saing masyarakat di berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan terus mendorong optimalisasi seluruh potensi pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah, mulai dari sekolah, madrasah, pesantren, hingga lembaga pendidikan non-formal yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.
Dengan sinergi dan komitmen bersama seluruh elemen pendidikan Muhammadiyah, Said menargetkan Muhammadiyah Lamongan mampu menjadi barometer pendidikan berkualitas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga di tingkat nasional.
Gerakan “Hijrah Kualitas” yang diusung Muhammadiyah Lamongan diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh amal usaha pendidikan untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, serta menyiapkan generasi masa depan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman.
“Ini harus menjadi gerakan kolektif. Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas, adaptif terhadap perubahan, mampu menghadapi disrupsi digital, tetapi tetap memiliki fondasi keimanan yang kokoh. Jika semua elemen bergerak bersama, Muhammadiyah akan mampu memimpin perubahan peradaban, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









